11 Hewan Endemik Indonesia dan Cara Pelestariannya

Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman hayati yang tinggi. Hal tersebut bisa terlihat dari banyaknya hewan endemik di negeri ini. Berikut daftar satwa endemik beserta cara pelestariannya.
Image title
30 September 2021, 17:38
hewan endemik
ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/aww.
Seekor harimau Sumatera (Phantera tigris sumatrae) berada di dalam kandang Kebun Binatang Taman Rimba, Jambi, Minggu (18/4/2021). Kebun binatang satu-satunya di Jambi tersebut saat ini tengah dalam proses pengajuan pemindahan pengelolaan dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Pertanian (TPHP) Provinsi Jambi ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) setempat guna memaksimalkan pelayanan dan jumlah kunjungan.

Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman hayati. Salah satu ciri keanekaragaman hayati yang dimiliki negeri ini terlihat dari ragam faunanya.

Beberapa fauna tersebut diketahui asli dari Indonesia dan hingga saat ini masih tinggal di Indonesia. fauna tersebut dikenal juga sebagai hewan atau satwa endemik.

Menurut Diponogoro Law Journal, hewan endemik adalah hewan yang memiliki keunikan dan ciri khas karena penyesuaian diri dengan habitatnya. Satwa endemik juga sering diartikan sebagai hewan asli di daerah tertentu.

Hewan Endemik Indonesia

Indonesia memiliki beberapa satwa endemik. Mengutip dari indonesia.trevel dan natunakab.go.id, berikut ini daftarnya satwa asli di Indonesia.

1. Burung Cenderawasih

Burung cenderawasih unik dan indah. Burung ini berasal dari Papua. Diketahui ada sekitar 30 spesies burung ini di Indonesia. Cenderawasih memiliki banyak jenis yaitu cenderawasih botak, cenderawasih kuning kecil, dan cenderawasih merah.

2. Monyet hitam Sulawesi

Monyet hitam menjadi hewan endemik Sulawesi yang memiliki keunikan. Tubuhnya dipenuhi buru dominan hitam dengan jambul kepala dan warna merah mudah pada bagian belakang. Satwa ini hidup di hutan hujan tropis yang di kawasan Cagar Alam Tangkoko.

3. Tersius Kerdil

Tarsius kerdil juga satwa endemik dari Sulawesi Tengah yang berukuran kecil. Berat badannya hanya sekitar 50 gram. Hewan ini memiliki bulu lembut berwarna abu atau cokelat gelap.

Hewan nokturnal ini sempat dinyatakan punah pada tahun 2000-an. Namun di tahun 2008 emapt ekor tarsius kerdil ditemukan di Gunung Rorekatimbu, Sulawesi Tengah. Sejak saat itu, status punah hewan ini dihapus.

4. Burung Maleo

Contoh hewan endemik lainnya yaitu burung malo dari Sulawesi Tengah. Burung ini memiliki buru berwarna hitam dengan bagian bawah berwarna merah muda keputihan.

Kulit sekitar mata berwarna kuning dengan paruh berwarna jingga keabuan dan tinggi kurang lebih 55 cm. Burung ini termasuk langka, sebab hanya bertelur satu butir per musim. Maka dari itu, jika tidak dijaga, bisa menjadi satwa punah.

5. Komodo

Komodo merupakan hewan asli Indonesia yang berasal dari Nusa Tenggara Timur. Hewan ini bukan hanya masuk dalam kategori satwa endemik, namun juga satwa yang terancam punah.

Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh tim Katadata, spesies ini hanya tersisa 5.700 ekor. Adanya aktivitas manusia seperti perburuan, perluasan permukiman, dan pembangunan wisata membuat habitat komodo semakin berkurang.

Infografik_Komodo kadal raksasa menuju kepunahan
Infografik_Komodo kadal raksasa menuju kepunahan (Katadata)

 

6. Jalak Bali

Bali selain terkenal dengan keindahan pantainya, ternyata memiliki hewan endemik yang tak kalah cantik. Jalak bali merupakan hewan asli dari daerah tersebut. Ciri khas dari satwa ini memiliki tubuh berwarna putih dengan ujung ekor dan sayap berwarna hitam.

Burung ini memiliki karakter ceria dan suka berkicau. Anda bisa melihat jalak bali di Taman Nasional Bali Barat (TNBB).

7. Gajah Kalimantan

Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan hewan bertubuh besar, telinga lebar, dan belalai panjang ini. Gajah menjadi salah satu hewan endemik Indonesia tepatnya di Kalimantan.

Tubuh gajah ini lebih kecil dibandingkan gajah india sehingga membuat telinganya nampak lebih besar dari gajah lain. Gading gajah kalimantan berukuran lebih pendek dan lurus.

Perilaku gajah ini lebih lembut dan tidak agresif. Biasanya ditemukan di dataran rendah Kalimantan Timur.

8. Orang utan

Orang utan merupakan satwa endemik yang jenisnya cukup beragam. Ada orang utan sumatera, orang utan kalimantan, dan orang utan tapanuli. Beberapa jenis tersebut memiliki ciri khasnya masing-masing.

Populasi orang utan di Sumatera memiliki ciri khas tersendiri berwarna bulu coklat kemerahan dan terancam punah. Sementara itu, orang utan dari Kalimantan memiliki ciri wajah besar dengan pelipis menyerupai bantal.

Untuk orang utan tapanuli merupakan spesies baru dan ditemukan di Ekosistem Batang Toru. Spesies ini terancam punah dan kondisinya sangat memprihatinkan.

9. Badak sumatera

Badak sumatera bisa ditemukan di Taman Nasional Bukit Barisan, Taman Nasional Gunung Leuser, dan Taman Nasional Way Kambas. Populasi satwa ini juga terancam punah. Badak ini banyak hidup di hutan hujan tropis secara soliter.

Satwa ini juga merupakan hewan langka sebab hanya bisa melahirkan satu anak setiap tiga sampai 4 tahun. Badak sumatera diketahui memiliki tubuh paling kecil dibandingkan jenis badak lain.

10. Harimau sumatera

Harimau sumatera menjadi hewan yang terkenal dengan keeksotisannya. Hewan ini memiliki tubuh lebih kecil dari jenisnya dengan kulit berwarna gelap coraknya loreng hitam rapat dan jika dilihat lebih teliti, coraknya mirip sidik jari.

Hewan endemik ini juga terancam mengalami kepunahan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada tahun 2017, populasi harimau sumatera hanya sebanyak 68 ekor.

11. Kekah natuna

Hewan asli Indonesia lainnya yaitu kekah natuna. Primata ini hidup di Pulau Natuna. Hewan ini terancam punah karena habitatnya banyak mengalami kerusakan. Kekah memiliki ciri bulu yang unik dengan wajah yang seperti menggunakan kacamata.  

Pelestarian Hewan Endemik Indonesia

Hewan-hewan endemik di atas, sebagian besar masuk dalam kategori hewan langka bahkan terancam punah. Maka dari itu perlu upaya untuk menjaga kelestarian dari satwa tersebut.

Mengutip dari dlh.semarangkota.go.id, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk melindungi satwa asli Indonesia. Berikut penjelasannya.

1. Edukasi dan sosialisasi

Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga satwa langka menjadi hal yang penting. Sebab sejauh ini banyak kasus penjualan satwa dilindungi yang tentu saja merugikan negara.

2. Meningkatkan pelestarian lingkungan

Langkah berikutnya yang penting untuk dilakukan yaitu dengan menjaga lingkungan. Hal ini penting dilakukan karena banyak habitat fauna endemik yang rusak akibat ulah manusia atau dampak bencan alam.

3. Membuat penangkaran

Pembuatan penangkaran bisa menjadi upaya pelestarian karena satwa langka dapat memperoleh tempat berkembang biak. Jika satwa-satwa tersebut bisa berkembang biak dengan baik, maka populasinya pun akan terjaga.

4. Membuat papan larangan

Papan larangan diperlukan untuk memberikan peringatan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas perburuan. Papan larangan juga biasanya dilengkapi dengan sanksi apabila terbukti melanggaran peraturan tersebut. Biasanya papan tersebut ditemukan pada habitat dari satwa endemik.

5. Melaporkan pemburu satwa langka

Sebagai masyarakat kita juga bisa turut berpartisipasi untuk mencegah kelangkaan hewan endemik. Misalnya dengan melaporkan para pemburu satwa langka kepada pihak berwajib. Cara ini penting untuk dilakukan untuk memberikan efek jera kepada para pelaku.

6. Menghindari transaksi hewan langka

Langkah lain yang bisa dilakukan sebagai masyarakat yaitu dengan menghindari transaksi hewan langka. Jangan membeli satwa-satwa langka yang dilindungi. Jika tidak sengaja mendapati pedagang hewan langka, sebaiknya segera laporkan kepada pihak yang berwenang.

Demikian pembahasan mengenai hewan endemik beserta upaya pelestariannya. Untuk menjaga agar hewan-hewan tersebut tetap lestari, perlu kerjasama banyak pihak. Pemerintah dan masayrakat harus saling bahu-membahu untuk merawat dan menjaga habitat serta satwa-satwa didalamnya.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait