Konsumsi Listrik 8 Daerah Anjlok saat Pandemi, Mayoritas Pusat Ekonomi

Bali mencatat penurunan konsumsi listrik terbesar pada semester I-2020 akibat pandemi corona, yaitu minus 32,87%.
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
24 September 2020, 08:41
tarif listrik, konsumsi listrik, pandemi corona, covid-19, kementerian esdm, arifin tasrif, pln
ANTARA FOTO/Makna Zaezar/wsj.
Ilustrasi. Konsumsi listrik di delapan wilayah anjlok di atas 5% selama pandemi Covid-19.

Konsumsi listrik selama pandemi Covid-19 mengalami penurunan. Pemerintah mencatat pada paruh pertama tahun ini, realisasinya di delapan wilayah anjlok di atas 5%. Mayoritas daerah tersebut merupakan sentra ekonomi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif mengatakan pandemi corona telah menurunkan penjualan dan pendapatan PLN. Di sisi lain, biaya operasional cenderung meningkat. Dampaknya, arus kas perusahaan setrum negara itu semakin tertekan. “Pertumbuhan konsumsi listrik Juni dibandingkan Januari 2020 turun 7,06%,” katanya dalam diskusi secara virtual, Rabu (23/9).

Delapan wilayah yang mengalami penurunan di atas 5% adalah:

1. Sumatera Barat turun 7,12%

2. Sulawesi Selatan dan Tenggara minus 7,68%

3. Bali turun 32,87%

4. Jawa Timur minus 6,33%

5. Jawa Tengah turun 6,28%

6. Jawa Barat minus 10,57%

7. Banten turun 12,82%

8. Disjaya (Jakarta) dan Tangerang minus 5,62%.

Namun, pertumbuhan listrik Juni 2020 secara tahunan (year on year) secara nasional masih tumbuh positif 5,46%. Salah satu sistem yang pertumbuhannya negatif terjadi di Bali yang turun hingga 17,79% secara tahunan.

Diskon Tarif Listrik untuk Pelanggan PLN

Sebagai upaya membantu masyarakat di tengah pandemi, pemerintah menugaskan PLN untuk memberikan pemberian diskon tarif listrik pelanggan rumah tangga, bisnis, dan indstri. Bantuan ini bersifat sementara. Pelanggan rumah tangga dengan daya 450 Volt Ampere (VA) mendapatkan listrik gratis. Untuk tarif listrik pelanggan 900 VA, PLN memberikan diskon 50% hingga Desember.

Kebijakan ini telah berjalan sejak pandemi mulai terjadi, yaitu April 2020. Pelanggan bisnis kecil dengan daya 450 VA dan industri kecil 450 VA juga mendapatkan diskon tarif listrik 100%.

Jumlah pelanggan yang masuk ke dalam kebutuhan dana pembebasan rekening minimum dan biaya beban atau abonemen periode Juli hingga Desember 2020 sebanyak 1.255.906 yang terdiri dari golongan sosial, bisnis, dan industri. Total stimulus yang diberikan sebesar Rp 3,07 triliun dengan Rp 3 triliun dari stimulus rekening minimum dan Rp 69,63 miliar biaya beban/abonemen.

Pemerintah juga melakukan penyesuaian penurunan tarif listrik untuk pelanggan golongan rendah. Penurunan tarif ini termuat dalam Surat Menteri ESDM kepada Direktur Utama PLN tanggal 31 Agustus 2020.

Dengan begitu, maka harga per kilowatt-hour (kWh) untuk tarif listrik golongan rendah yang sebelumnya Rp 1.467 per kWh kini turun menjadi Rp 1.444,70/kWh. Penetapan ini berlaku selama periode Oktober-Desember 2020. Keputusan penurunan tarif listrik ini diambil pemerintah dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi corona.

Sebagai informasi, Indonesia negara dengan tarif listrik termurah di dunia. Menurut data globalpetrolprices.com, tarif listrik Indonesia senilai US$ 10 sen per kWh berada di urutan kesembilan termurah di dunia. Selain itu, terdapat tujuh negara yang memiliki tarif listrik dengan besaran yang sama, yakni Korea Selatan, Tanzania, Turki, Republik Dominika, Ekuador, dan Bosnia Herzegovina.

Adapun negara dengan tarif listrik termurah di dunia adalah Myanmar sebesar US$ 2 sen per kWh. Empat negara di Timur Tengah, yaitu Iran, Irak, Qatar, dan Mesir menyusul di posisi kedua dengan tarif listrik sebesar US$ 3 sen per kWh.

Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Sorta Tobing

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait