Pasca Lebaran, Tingkat Okupansi Mal Diprediksi Menurun

Image title
19 Mei 2021, 15:53
lebaran, ramadan, mal, pusat perbelanjaan, appbi
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.
Sejumlah pengunjung berjalan di Mal Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (14/5).

Tingkat kunjungan ke mal atau pusat perbelanjaan pada masa Lebaran 2021 naik 30% sampai 40% dibandingkan tahun sebelumnya. Masa puncak kunjungan berlangsung pada 1 hingga 2 Mei 2021.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan pada masa puncak itu, rata-rata kunjungan ke pusat perbelanjaan hampir mendekati batas maksimal kapasitas 50%.

Penerapan batas maksimal di pusat perbelanjaan sejalan dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro di beberapa kota besar di Indonesia. Tujuannya agar para pengunjung dapat tetap menjaga jarak di tengah pandemi Covid-19. 

Tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan pada saat Lebaran, yakni 13 dan 14 Mei 2021, masih di bawah masa puncak tersebut. “Tingkat kunjungannya hanya sekitar 70% sampai 80% dibandingkan pada awal Mei lalu,” kata Alphonzus kepada Katadata.co.id, Rabu (19/5).

Jumlah pengunjung ke pusat belanja, menurut dia, belum pulih seperti sebelum pandemi. Usai Ramadan dan Lebaran, jumlahnya kemungkinan turun karena memasuki low season. “Minggu ini tingkat kunjungan kami perkirakan akan sama saja dan bahkan cenderung mulai melandai,” ujarnya.

Larangan mudik dan pembatasan mobilitas masyarakat membuat tingkat kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan cenderung menurun. Hal ini terjadi merata, baik di perkotaan maupun daerah. “Tidak ada perbedaan tingkat kunjungan yang siginifikan,” ucap Alphonzus.

Tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan akan bergerak menuju normal setelah vaksinasi untuk masyarakat umum dapat terlaksana. Haparannya, jumlah kasus Covid-19 akan menurun, lalu terjadi pelonggaran sehingga meningkatkan kunjungan masyarakat.

Omzet Peritel Modern Naik

Asosiasi Pengusaha Ritel Modern seluruh Indonesia (Aprindo) memperkirakan omzet peritel mencapai Rp 12 triliun hingga Rp 15 triliun di seluruh Indonesia selama periode Ramadan dan Lebaran lalu.

Ketua Umum Aprindo Roy Mandey mengatakan, lebaran tahun ini menunjukan adanya tren peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan penjualan sebesar 25% sampai 30%.

“Peningkatan ini terjadi khususnya di minggu ketiga bulan April, setelah sebagian masyarakat menerima tunjangan hari raya (THR),” kata Roy kepada Katadata.co.id, Selasa (18/5).

Ia mengatakan, peningkatan penjualan tertinggi didominasi wilayah Kalimantan, Sumatera, dan Jawa. Sedangkan kelompok masyarakat yang berkontribusi besar terhadap peningkatan penjualan adalah kelas menengah.

Peningkatan penjualan tersebut masih belum signifikan jika dibandingkan dengan tingkat penjualan pada periode lebaran sebelum adanya pandemi Covid-19. Pada periode tersebut tingkat penjualan bisa melonjak hingga 45%. 

 

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Sorta Tobing
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait