Amalia Satriani
12 Oktober 2022, 22:14

Video: CEO Indika Energy Sebut Tekan Emisi Perlu Banyak Insentif

International Energy Agency menyebutkan, emisi karbon global pada tahun lalu paling banyak berasal dari pembakaran batu bara dan gas alam. Sedangkan polutan dari asap BBM kendaraan menurun, bahkan lebih rendah 8% dari level pra-pandemi corona.

Memikul beban sebagai penyumbang besar emisi dunia, banyak perusahaan energi kini mulai bergerak untuk mengatasinya. PT Indika Energy Tbk, misalnya, yang memiliki usaha utama dalam penambangan batu bara perlahan mengubah arah bisnisnya.

 PT Indika Energy Tbk perlahan telah melakukan diversifikasi portofolio, dari berinvestasi di high carbon business ke low carbon business. Tak hanya itu, Indika Energy juga melakukan divestasi ke usaha yang menghasilkan karbon lebih tinggi.

Namun menurut Wakil Dirut dan CEO Group Indika Energy, Azis Armand, perlu banyak insentif untuk melakukan transisi energi. Apa saja insentif yang dimaksud? Simak dalam Video Wawancara Katadata.

Reporter: Amalia Satriani
Editor: Sorta Tobing
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.