Emiten Tambang Grup Northstar Bukukan Kontrak Baru Rp 3,21 Triliun

BUMA Australia Pty Ltd akan memulai penambangan baru untuk Bowen Coking Coal, emiten yang terdaftar di Bursa Efek Australia (ASX) untuk proyek batu bara kokas semi keras Broadmeadow East.
Image title
12 Mei 2022, 15:26
Emiten Batu Bara Grup Northstar Bukukan Kontrak Baru Rp 3,21 Triliun
Donang Wahyu|KATADATA
Ilustrasi aktivitas pertambangan batu bara

Perusahaan pertambangan milik Grup Northstar, PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) meperoleh kontrak baru senilai AUS 320 juta atau setara Rp 3,21 triliun untuk jangka waktu tiga tahun dengan asumsi kurs Rp 10.050 per AUD. 

Kontrak baru tersebut diperoleh melalui PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), perusahaan terafiliasi DOID, melalui anak perusahaannya di Australia. BUMA Australia Pty Ltd akan segera memulai layanan penambangan baru untuk Bowen Coking Coal, perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Australia (ASX), untuk proyek batu bara kokas semi keras Broadmeadow East.

Proyek ini terletak 25 kilometer timur laut dari kota Moranbah, di dalam Central Bowen Basin di Queensland. BUMA Australia sendiri telah beroperasi di sekitar kawasan tersebut selama 14 tahun, di proyek Goonyella milik BHP Billiton dan Mitsubishi Alliance (BMA). Proyek ini akan memproduksi 4,8Mtpa batu bara ROM selama empat tahun dan ada opsi perpanjangan kontrak selama setahun.

Presiden Direktur Delta Dunia Makmur, Ronald Sutardja menjelaskan, perseroan terus mencari kontrak baru. "Ini adalah kontrak kedua dalam lima bulan terakhir semenjak perseroan mengakuisisi Downer Mining East pada Desember tahun lalu," terangnya.

Advertisement

Kontrak baru ini, kata Ronald akan menyokong kehadiran BUMA Australia di Bowen Basin, dengan rekam jejak operasional selama lebih dari 10 tahun di tambang batu bara kokas Blackwater BMA, dan 14 tahun di tambang batu bara kokas Goonyella BMA.

Pada 22 Februari 2022 lalu, BUMA Australia mengumumkan telah mendapatkan perpanjangan kontrak baru senilai AUD550 juta selama 5 tahun di tambang Blackwater milik BMA. Kontrak baru ini pun menegaskan strategi Delta Dunia Makmur untuk tetap berkomitmen menyediakan layanan pertambangan dari hulu ke hilir dan terus memperkuat lini bisnis di Indonesia dan Australia.

Sampai dengan 31 Desember, emiten bersandi DOID ini tercatat membukukan pendapatan senilai US$ 910,54 juta dengan perolehan laba bersih US$ 280,54 ribu. Adapun, laba operasional tercatat senilai US$ 81,82 juta. Pada periode yang sama, perusahaan memiliki nilai aset US$ 1,64 miliar yang terdiri dari liabilitas US$ 1,37 miliar dan ekuitas US$ 265,66 juta.

Pada perdagangan Kamis ini (12/5), harga saham DOID melemah 4,71% ke level Rp 486 per saham dengan nilai kapiralisasi pasar Rp 4,19 triliun.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait