Surplus Neraca Dagang Juli Melambat, IHSG Sesi I Terkoreksi 0,20%

IHSG tertekan di sesi pertama perdagangan hari ini, hampir seluruh sektor kompak berada di zona merah.
Patricia Yashinta Desy Abigail
15 Agustus 2022, 13:29
Surplus Neraca Dagang Juli Melambat, IHSG Sesi I Terkoreksi 0,20%
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.
Ilustrasi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,20% ke level 7.114,80 pada sesi pertama perdagangan Senin (15/8). Pada awal perdagangan, indeks saham dibuka di level 7.134 dan menyentuh angka tertingginya di level 7.156.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, pada Juli ini neraca dagang tercatat surplus sebesar US$ 4,22 miliar, melambat dari Juni lalu yang sebesar US$ 5,09 miliar. Penurunan ini, dipengaruhi ekspor yang secara bulanan terkontraksi sementara impor tumbuh terutama karena kenaikan impor migas. 

Di sisi lain, pertumbuhan di sektor industri pengolahan pada kuartal II melambat menjadi 4,01% secara tahunan dibandingkan kuartal sebelumnya mencapai 5,07%. Kondisi ini disebabkan oleh larangan ekspor CPO yang diberlakukan pemerintah pada akhir April hingga menjelang Mei.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, perlambatan pertumbuhan di sektor industri pengolahan terutama terjadi di subsektor makanan dan minum yang hanya mencapai 3,68% secara tahunan. Ini terutama disebabkan oleh penurunan ekspor CPO dan minyak goreng.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), di sesi pertama hari ini, total volume saham yang diperdagangkan sebanyak 18,35 miliar saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp 6,41 triliun dan frekuensi 825.857 kali. Sementara itu, 247 saham bergerak di zona hijau, 241 saham terkoreksi, dan 202 saham tak bergerak.

Advertisement

Pada separuh hari perdagangan, seluruh sektor berada di zona merah, dipimpin oleh sektor transportasi yang turun 1,30%. Adapun saham-saham di sektor transportasi mengalami penurunan yakni PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA) yang turun 6,38% atau 45 poin menjadi Rp 660 per saham, PT Temas Tbk (TMAS) turun 4,78% atau 120 poin menjadi Rp 2.390 per saham, dan PT Samudra Indonesia Tbk (SMDR) turun 2,23% atau 60 poin menjadi Rp 2.630 per saham.

Sektor lain yang juga turun yakni sektor energi turun 0,14%, sektor primer turun 0,40%, sektor non primer turun 0,44%, sektor keuangan turun 0,42%, sektor kesehatan turun 0,45%, sektor industri dasar turun 0,88%, dan sektor teknologi turun 0,77%.

Namun, beberapa sektor berada di zona hijau yakni saham properti naik 1,48%, sektor industri naik 0,62%, dan sektor industri naik 0,91%.

Saham yang menempati urutan teratas dalam top gainers adalah PT Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI) yang menguat 56 poin atau 29,17% menjadi Rp 248. Sementara itu, saham yang menempati top losers yaitu, PT Bank Bisnis International Tbk (BBSI) yang melemah 6,98% atau 300 poin ke level Rp 4.000.

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait