Rupiah Melemah 14.876/US$ Imbas Komentar The Fed Soal Suku Bunga

Rupiah akan tertekan pada perdagangan awal pekan ini karena kembali menguatnya sentimen kenaikan suku bunga lanjutan The Fed seiring masih tingginya inflasi di AS.
Image title
Oleh Abdul Azis Said
29 Agustus 2022, 09:53
Rupiah Melemah 14.876/US$ Imbas Komentar The Fed Soal Suku Bunga
Youtube/Bank Indonesia
BI melucurkan Uang Rupiah Kertas Tahun Emisi 2022 pada Kamis (18/8).

Nilai tukar rupiah dibuka melemah 39 poin ke level Rp 14.856 per dolar AS di pasar spot pagi ini. Pelemahan rupiah terimbas komentar Gubernur The Fed Jerome Powell di simposium Jackson Hole pekan lalu soal bunga acuan dan inflasi.

Mengutip Bloomberg, rupiah melanjutkan pelemahan ke arah Rp 14.876 pada pukul 09.15 WIB. Ini semakin jauh dari level penutupan akhir pekan lalu di Rp 14.817 per dolar AS.

Mayoritas mata uang Asia lainnya juga melemah. Won Korea Selatan jatuh 1,26% disusul baht Thailand 0,87%, yen Jepang 0,7%, yuan Cina 0,66%, dolar Taiwan 0,57%, dolar Singapura 0,41%, ringgit Malaysia 0,46%, dan dolar Hong Kong 0,02%. Sebaliknya, peso Filipina menguat tipis 0,03% bersama rupee India 0,02%

Analis PT Sinarmas Futures Ariston Tjendra memperkirakan rupiah akan tertekan pada perdagangan awal pekan ini karena kembali menguatnya sentimen bunga The Fed. Kurs garuda diramal terkoreksi ke Rp 14.870, dengan potensi penguatan di kisaran Rp 14.820 per dolar AS.

Advertisement

"Gubernur The Fed, Jerome Powell pada pertemuan Jackson Hole pada akhir pekan lalu memberikan penekanan ke penurunan inflasi AS yang masih tinggi sehingga diperlukan kebijakan kenaikan suku bunga acuan lanjutan," kata Ariston dalam risetnya, Senin (29/8).

Polling Reuters pekan lalu memperkirakan suku bunga The Fed akan naik 50 bps pada pertemuan bulan depan. Dari 94 ekonom yang disurvei, sebanyak 18 diantaranya memperkirakan kenaikan bunga masih akan 75 bps. 

The Fed sudah mengerek bunga acuannya secara kumulatif 225 bps sejak Maret. Kenaikan agrefi bahkan diambil dengan kenaikan 75 bps dalam dua pertemuan beruntun pada Juni dan Juli.

Ekspektasi kenaikan suku bunga acuan AS ini mendorong pelaku pasar mereposisi portofolio investasinya. Catatan Bank Indonesia, terdapat arus modal keluar dari pasar keuangan domestik sebesar Rp 5,28 triliun pada pekan lalu, terutama dari obligasi pemerintah.

Senada dengan Ariston, analis Bank Mandiri Reny Eka Putri juga menyebut komentar Gubernur The Fed soal inflasi dan bunga acuan pada pekan lalu memberi tekanan  ke rupiah di perdagangan awal pekan ini. Rupiah diperkirakan bergerak di rentang Rp 14.790-Rp 14.865 per dolar AS.

Dari dalam negeri, pasar merespon positif kenaikan suku bunga Bank Indonesia. Bunga acuan dikerek 25 bps pada pertemuan pekan lalu sehingga bergerak ke level 3,75%. Kenaikan ini mewaspadai ekspektasi inflasi dan inflasi inti ke depan yang berpotensi semakin tinggi.

Reporter: Abdul Azis Said
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait