Luhut Targetkan Subsidi Kendaraan Listrik Dimulai Tahun Depan

Patricia Yashinta Desy Abigail
14 Desember 2022, 11:26
Luhut Targetkan Subsidi Kendaraan Listrik Dimulai Tahun Depan
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan subsidi pembelian kendaraan listrik ditargetkan akan dimulai di tahun depan. 

Luhut menyampaikan, saat ini pemerintah sedang membicarakan dan menghitung tentang besaran dana subsidi kendaraan listrik untuk masyarakat. Dirinya menegaskan, Indonesia tidak boleh kalah dari Thailand dan Vietnam yang telah lebih dahulu memberi subdisi kendaraan listrik.

"Kita kan benchmark saja dengan Thailand dan Vietnam, jadi jangan sampai kita kalah," katanya kepada media di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (13/12). 

Selain itu, Luhut menegaskan agar jumlah subsidi tidak kalah dengan negara-negara tersebut. Menurutnya jika jumlah subsidi kalah, Indonesia akan rugi.

"Berapa banyak subsidi itu kita gak boleh kalah atau gak boleh juga beda jauh dengan negara-negara lain karena itu akan merugikan kita. Targetnya, ya kita harus tahun depan," katanya.

Menurut catatan Katadata.co.id sebelumnya, Luhut Pandjaitan menyatakan pemerintah Indonesia tengah menyiapkan subsidi kendaraan listrik. Skema subsidi ini masih dalam tahap penggodokan.

Namun, Menko Luhut memperkirakan subsidi untuk pembeli motor listrik sekitar Rp 6,5 juta, sedangkan untuk mobil listrik nilainya belum disebutkan.

Kebijakan subsidi kendaraan listrik sudah diterapkan negara-negara lain setidaknya sejak 2019. Bahkan tetangga dekat Indonesia, yaitu Thailand, sudah memberlakukan subsidi serupa sejak Februari 2022.

Menurut laporan Sekretariat ASEAN, Thailand memberi subsidi 150.000 baht atau sekitar Rp 66 juta untuk pembeli mobil listrik tipe battery electric vehicle (BEV) berkapasitas 30 kWh ke atas.

Kemudian pembeli mobil listrik BEV berkapasitas 10-30 kWh mendapat subsidi 70.000 baht atau sekitar Rp31 juta, dan pembeli motor listrik disubsidi 18.000 baht atau sekitar Rp8 juta.

"Program subsidi Thailand didanai anggaran pemerintah pusat 3 miliar baht atau setara Rp 1,33 triliun pada 2022, serta investasi jangka panjang 40 miliar baht atau setara Rp17,79 triliun untuk periode 2023-2025," kata Sekretariat ASEAN dalam laporan di situs resminya (10/3).

Thailand juga berencana membangun industri kendaraan listrik, meskipun mereka menghadapi banyak tantangan dari sisi sumber daya, infrastruktur, dan keuangan. 

 

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait