Rupiah Juara Asia, Pagi Ini Dibuka Menguat di Bawah Rp 15.000/US$

Pagi ini kurs rupiah bergerak menguat di bawah Rp 15.000 per dolar AS. Mata uang garuda menguat menjelang pengumuman rilis PDB AS kuartal IV-2022.
Abdul Azis Said
24 Januari 2023, 09:38
Rupiah Juara Asia, Pagi Ini Dibuka Menguat di Bawah Rp 15.000/US$
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.
Petugas menunjukan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta.

Nilai tukar rupiah dibuka menguat 40 poin ke level Rp 15.035 per dolar AS di pasar spot pagi ini. Penguatan tersebut di tengah penantian rilis data pertumbuhan ekonomi AS kuartal empat yang diramal melemah sehingga mendorong ekspektasi pelonggaran kebijakan suku bunga bank sentral AS, The Fed.

Mengutip Bloomberg, rupiah menguat ke arah Rp 14.983 pada pukul 09.20 WIB atau menguat 0,61%. Ini semakin jauh dari posisi penutupan akhir pekan lalu di Rp 15.075 per dolar AS.

Mata uang Asia lainnya bergerak bervariasi. Yen Jepang menguat 0,37% bersama dolar Singapura 0,05%, peso Filipina 0,02%, ringgit Malaysia 0,52% dan baht Thailand 0,01%. Sebaliknya, dolar Hong Kong melemah bersama dolar Taiwan, won Korsel, yuan Cina dan rupee India.

Analis DCFX Lukman Leong memperkirakan rupiah akan menguat terbatas hari ini di tengah sentimen risk on. Rupiah akan mendekati level psikologisnya dan bergerak di rentang Rp 14.950-Rp 15.100 per dolar AS.

"Investor mengantisipasi rilis data produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat kuartal empat yang diperkirakan akan turun, memicu harapan untuk langkah yang lebih soft dari The Fed," kata Lukman dalam catatannya pagi ini, Selasa (24/1).

Departemen Perdagangan AS akan merilis data pertumbuhan ekononi kuartal empat pada Kamis pagi, 26 Januari waktu AS. Lembaga think tank The Conference Board memperkirakan peetumbuhan ekonomi AS masih kuat di kuartal terakhir tahun lalu, tunbuh 1,9% secara tahunan.

Meski demikian, ekonomi AS dipastikan bakal segera jatuh ke jurang resesi dengan kemungkinan perekononian terkontrasi pada kuartal pertama tahun ini. 

Mengutip Investing.com, perkiraan pertumbuhan sebesar 2,6% secara tahunan. Meski demikian, perkiraan Investing maupun The Conference Board tersebut lebih rendah dibandingkan realisasi kuartal sebelumnya yang tumbuh 3,2%.

 

Reporter: Abdul Azis Said
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait