Mastel mengingatkan Indonesia berisiko tertinggal dalam perlombaan teknologi 6G jika tidak segera mempersiapkan ekosistem dan alokasi spektrum frekuensi sejak dini.
Mastel menilai lambatnya adopsi 5G jadi momentum bagi Indonesia untuk mulai mempersiapkan fondasi pengembangan teknologi jaringan seluler 6G sejak dini.
Komdigi melelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz untuk mempercepat penggelaran infrastruktur jaringan internet 5G, menargetkan cakupan hingga 80% pada 2030.
Pemerintah mempercepat perluasan internet 5G melalui lelang spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz. Hal ini juga untuk mengejar target kecepatan internet rata-rata 100 Mbps pada 2030.
PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk atau XLSmart menggandeng Huawei dalam menyediakan layanan one stop solution ICT atau layanan teknologi dan informatika terpadu untuk Usaha Menengah dan Kecil (UMK).
Ericsson Mobility Report mencatat sebanyak 162 juta pengguna 5G baru pada kuartal I 2026. Penambahan itu menjadikan total langganan 5G secara global mencapai angka 3,1 miliar.
Survei Ericsson menunjukkan 5G bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama untuk menopang pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang didorong lonjakan adopsi kecerdasan buatan (AI).
Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi tengah Bersiap untuk memulai eleksi pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz untuk memperluas akses internet cepat 5G dan meningkatkan kualitas layanan
Adopsi AI di Indonesia kian meluas dan membutuhkan dukungan jaringan 5G, mengubah pola penggunaan data seluler serta mendorong penggunaan di berbagai perangkat pintar.
Agreement on Reciprocal Tariff (ART) antara Indonesia dan AS mewajibkan pelaporan pemasok 5G, satelit hingga kabel bawah laut. Hal ini dinilai mencerminkan rivalitas AS dengan Cina.
Dalam hal kesepakatan dagang, benarkah Indonesia dan Malaysia sama-sama harus berkonsultasi dengan AS terkait pemasok infrastruktur TIK seperti 5G, 6G, satelit dan kabel bawah laut?
Kesepakatan dagang Indonesia dan AS mewajibkan konsultasi keamanan pemasok infrastruktur TIK seperti 5G, 6G, dan satelit. Pakar TIK soroti dampaknya terhadap perusahaan Cina seperti Huawei.
Layanan internet rakyat 5G dibanderol dengan tarif Rp 100 ribu per bulan. Pelanggan dapat menikmati kecepatan 100 mbps dengan modem dapat digunakan hingga 16 perangkat secara bersamaan.