Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC mengancam akan melancarkan serangan besar-besaran ke AS jika ada agresi terhadap tanker minyak atau kapal komersial Iran.
Iran mengerahkan "armada nyamuk" yang terdiri dari ratusan kapal cepat dan kapal selam mini untuk memperkuat kendali dan pertahanan di kawasan vital Selat Hormuz.
Amerika Serikat dan Iran dilaporkan semakin dekat pada kesepakatan untuk mengakhiri perang, didorong umpan balik positif dari mediator Pakistan, meski masih ada skeptisisme.
Presiden AS Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan lagi ke Iran jika mereka berperilaku buruk, sambil menunggu rumusan kesepakatan dan menegaskan penolakan terhadap senjata nuklir Iran.
Donald Trump dikabarkan menolak proposal Iran yang meminta penundaan pembahasan program nuklir hingga perang berakhir, menegaskan isu nuklir harus tetap dibahas.
Kanselir Jerman Friedrich Merz menyoroti kebuntuan strategi AS di Iran, menyebut pimpinan Iran telah mempermalukan Presiden Donald Trump dalam perundingan yang berlangsung.
Wall Street ditutup turun pada Kamis (24/4) dengan S&P 500 turun 0,41%, terdorong tekanan saham teknologi dan kekhawatiran atas konflik AS-Iran yang mendongkrak harga minyak.
Rencana pemberian izin akses wilayah Indonesia kepada AS menuai sorotan karena dikhawatirkan berdampak pada kedaulatan nasional dan stabilitas geopolitik kawasan.
Cina mengingatkan Indonesia agar kerja sama Akses Wilayah Udara dengan Amerika Serikat tidak boleh mengganggu kepentingan negara lain, menekankan pentingnya kedaulatan.
Iran menolak menghadiri perundingan dengan Amerika Serikat di Pakistan, menyebut tuntutan AS berlebihan dan menuduh pelanggaran gencatan senjata memperburuk hubungan diplomatik.
Pemerintahan Donald Trump meminta Anthropic memberikan akses ke model AI Mythos yang batal dirilis karena berbahaya. Perusahaan sempat masuk daftar hitam AS karena menolak AI-nya dipakai untuk perang.