Kenaikan harga tiket pesawat domestik dibatasi di kisaran 9–13%, di tengah lonjakan harga Avtur yang berdampak signifikan terhadap biaya operasional maskapai.
Kenaikan harga avtur hingga 70-80% pada April 2026 memicu kekhawatiran lonjakan biaya logistik, terutama pengiriman udara yang vital bagi distribusi di negara kepulauan seperti Indonesia.
Garuda Indonesia menyiapkan sejumlah langkah efisiensi dan mitigasi operasional menyusul potensi kenaikan harga avtur akibat dinamika geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.
Minyak Jelantah diusulkan sebagai bahan baku utama Sustainable Aviation Fuel (SAF) untuk menekan emisi penerbangan Indonesia, menjawab tantangan ekonomi hijau global.
Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Halim Perdanakusuma memiliki empat tangki besar yang mampu menampung hingga 8 ribu kiloliter avtur atau bahan bakar pesawat terbang
Pengembangan bioavtur di Cilacap memiliki peran penting yang akan membuat posisi Indonesia memiliki bargaining position untuk bisa menciptakan swasembada energi.