Tokyo Motor Show, Jendela Masa Depan

Penulis: Metta Dharmasaputra

Editor: Redaksi

30/10/2019, 07.50 WIB

Pengunjung diajak bertamasya ke masa depan. Ketika mobil dijalankan secara otomatis dan pengguna bisa saling berbagi. Olimpiade 2020 menjadi ajang laga.

Tokyo Motor Show 2019
Katadata/Metta Dharmasaputra
Toyota e-Racer. Prototipe statis mobil balap masa depan keluaran Toyota ini dipamerkan di ajang Tokyo Motor Show 2019 yang digelar di Tokyo Big Sight sejak 24 Oktober hingga 4 November mendatang.

Kendaraan Olimpiade 2020

Dalam sebuah perbincangan, Pendiri Tokopedia, William Tanuwijaya, menceritakan kekagumannya pada sosok visioner Masayoshi Son. Diceritakannya, bagaimana pengusaha Jepang dan pendiri Softbank, yang tak lain investor Alibaba dan juga Tokopedia ini, punya visi sangat jauh ke depan.

Ada ucapan Masayoshi yang membekas betul di ingatan William ketika mereka bertemu. “Suatu saat, mobil-mobil di jalan raya akan bergerak secara otomatis. Orang hanya boleh membawa kendaraan di tempat-tempat tertentu. Yang membawa kendaraan di jalan, bisa jadi akan ditangkap, seperti orang mengendarai kuda di jalanan sekarang,” ujarnya menceritakan kembali obrolannya dengan Masayoshi.

Bayangan masa depan itu tampaknya tak akan jauh lagi. Setidaknya ini yang akan mulai terjadi di ajang Olimpiade 2020 di Jepang. Toyota telah menyiapkan sejumlah produk otomotifnya yang akan dijalankan secara otomatis di perhelatan akbar ini. Tak hanya itu, kendaraan ini pun ramah lingkungan dan dibekali kecerdasan buatan (AI).

E-Palette adalah satu produk yang siap dioperasikan di ajang Olympic dan Paralympic Tokyo 2020. Kendaraan elektrifikasi yang berjalan secara otonom ini nantinya dipakai bersama-sama di seputar venue olimpiade, sebagai sarana mobilitas pengunjung, staf, dan peserta.

Tokyo Motor Show 2019
Tokyo Motor Show 2019 (Katadata/Metta Dharmasaputra)

 Minibus berkecepatan maksimal 19 km/jam ini bisa menampung 20 orang penumpang, dan ramah terhadap pengguna kursi roda. Kendaraan otonom ini pun dapat berkomunikasi dengan orang di sekitarnya via lampu LED di depan. Sebagai mobil otonom, e-Palette sudah mencapai level 4 dari 5. Artinya, sudah mampu bergerak sendiri tanpa campur tangan manusia.

Adapula mobil Toyota LQ yang akan beroperasi secara terbatas di Olympic-Paralympic Tokyo 2020. Mobil ini mengandalkan teknologi AI yang diberi nama Agent Yui. Dengan teknologi canggih itu, mobil ini dapat merekam kondisi emosional dan kesadaran pengemudi. Juga dapat berkomunikasi secara interaktif.

Selain sudah bisa berjalan sendiri secara otomatis, LQ juga bisa mencari sendiri spot parkir khusus untuknya di area publik. Ini tentu amat memudahkan pengguna dengan keterbatasan seperti kaum disabilitas, lanjut usia, dan wanita hamil.

Sementara itu, dalam menjawab tantangan mobil ramah lingkungan, Toyota kali ini memperkenalkan konsep generasi kedua Mirai. Mobil ini masuk dalam klaster kendaraan Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV), karena menggunakan gas hidrogen sebagai sumber tenaga penggerak dan hanya menghasilkan emisi gas buang berupa air.

Beragam produk kendaraan ramah lingkungan memang terus digenjot produsen otomotif Jepang ini seiring dengan inisiatif Toyota Environmental Challenge 2050. Dalam hal ini, Toyota menargetkan akan menurunkan emisi gas buang kendaraan yang diproduksi pada 2050 hingga 90 persen dari level emisi di tahun 2010.

Untuk mencapai target itu, Toyota mengembangkan dan memproduksi Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV), dan Battery Electric Vehicle (BEV).

Robot Pelayan

Tokyo Motor Show 2019
Tokyo Motor Show 2019 (Katadata/Metta Dharmasaputra)

 Tak hanya kendaraan masa depan, Toyota juga di ajang ini memperkenalkan robot yang bertugas untuk mendukung mobilitas manusia, baik untuk para atlet maupun pihak yang mengalami keterbatasan gerak.

Dengan program AI, Field Support Robot (FSR) akan bertugas membantu staf di arena Olympic dan Paralympic Tokyo 2020. Bersama petugas lapangan, robot ini akan mengambil obyek yang dilempar di cabang atletik seperti lembing dan cakram.

Ada pula Human Support Robot (HSR) yang didesain untuk membantu melayani orang sakit, kaum disabilitas, dan para lanjut usia yang mengalami keterbatasan gerak. Misalnya, membawa gelas air ataupun membantu mengatur pola hidup pasien. HSR bekerja memanfaatkan kamera, mikrofon, dan beragam sensor yang didukung oleh teknologi AI.

Untuk kebutuhan peningkatan prestasi atlet, sebuah robot pun khusus diciptakan. Contohnya CUE 3, robot berbekal kecerdasan buatan yang mampu bermain basket dan nantinya dapat memberikan dukungan teknis kepada atlet untuk meningkatkan performanya. Robot ini pun rencananya dijadikan maskot olimpiade.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha