Daftar Merek dan Harga Motor Listrik yang Dapat Subsidi Rp 8 Juta

Pemerintah tengah menggodok aturan pemberian insentif atau subsidi motor listrik yang rencananya diberlakukan tahun depan.
Nadya Zahira
16 Desember 2022, 06:30
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri) mengendarai motor listrik GESITS saat mengikuti konvoi bersama 100 pengemudi ojek daring perempuan di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (21/4/2022).
ANTARA FOTO/Trisnadi/zk/foc.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri) mengendarai motor listrik GESITS saat mengikuti konvoi bersama 100 pengemudi ojek daring perempuan di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (21/4/2022).

Pemerintah tengah menggodok aturan pemberian insentif atau subsidi motor listrik. Subsidi tersebut rencananya akan berlaku tahun depan.

Adapun besaran subsidi tersebut adalah motor listrik sebesar Rp 8 juta. Selain itu, subsidi Rp 5 juta juga diberikan bagi pemiliki motor konvensional yang mengkonversikan kendaraannya menjadi  motor listrik.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan bahwa pemberian insentif tersebut berdasarkan kajian dan perbandingan dari negara lain yang memiliki kemajuan dalam industri kendaraan listrik.

"Contoh negara Eropa, mereka lebih maju karena pemerintah berikan insentif. Kalau kita lihat, Cina dan Thailand juga berikan insentif," kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, melalui siaran pers yang dikutip Kamis (15/12).

Namun demikian, subsidi hanya diberikan pada motor listrik buatan pabrik Indonesia. Dengan demikian, motor listrik impor tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan subsidi tersebut.

Berikut daftar dan harga motor listrik yang bisa mendapatkan subsidi:

1. Gesits G1 

Harga  motor sebelum subsidi: Rp 28 juta

Motor listrik buatan pabrik Indonesia selanjutnya yakni Gesits G1 yang resmi meluncur di ajang Indonesia International Motor Show atau IIMS 2019, tepatnya pada 25 April 2019. Gesits G1 memiliki tampilan serupa dengan motor matik konvensional pada umumnya.

Pengisian daya Gesits G1 hanya menggunakan kabel atau diisi daya baterainya secara terpisah. Motor listrik ini memiliki baterai yang terpisah dan bukan merupakan baterai tanam. Dengan demikian, pemilik bisa mengisi daya baterainya saja. 

2. United T1800 

Harga motor sebelum subsidi: Rp 28,5 juta

Melansir laman Unitedmotor.co.id, motor listrik ini hadir dengan warna hitam, blue matte, pearl white, grey matte, milano red, electric blue, sapphire black. United T1800 menggunakan baterai 60V 28Ah.

3. Selis 

Harga motor sebelum subsidi: Rp 23 juta

Motor listrik buatan Indonesia selanjutnya yakni Motor listrik Selis tipe E-Max – Baterai SLA – Off The Road. Mengutip dari website resminya, motor ini dilengkapi baterai 60 V 25Ah Lithium Iron Phosphate dengan durasi charge maksimal lima jam.

Kecepatan maksimal motor ini 50 km/h dengan jarak tempuh hingga 120 km untuk dua pack baterai.

Seri lainnya dari motor listrik satu ini adalah Selis tipe E-Max yang dibanderol seharga Rp 11,4 juta, sedangkan Selis tipe E-Max dengan Baterai Lithium Single seharga Rp 16,9 juta, dan lain-lain. 

 4. ECGO 

Harga motor sebelum subsidi: Rp 12 juta

ECGO merupakan motor listrik buatan Indonesia yang diproduksi oleh PT Green Traffic. Motor ini menggunakan speedometer digital untuk memberikan informasi terkait baterai dan odometer.

5. Volta Virgo 

Harga sebelum subsidi: Rp 15,4 juta

Volta Virgo merupakan motor listrik buatan Semarang, Jawa Tengah. Motor ini pertama kalinya meluncur di IIMS Hybrid 2022, tepatnya pada 4 April 2022 yang lalu. 

Motor listrik ini memiliki tampilan yang hampir serupa dengan NIU Gova 03. Namun berbeda dengan NIU Gova 03, Volta Virgo memiliki baterai yang dapat ditukar pakai di lokasi swap point terdekat. Motor ini juga memakai suara artifisial, mirip dengan suara knalpot.

6. Viar 

Harga sebelum subsidi: Rp 20 juta

Viar menjadi salah satu motor listrik buatan Indonesia yang cukup dikenal. Motor ini dilengkapi dengan power 800 watt dan kecepatan hingga 60 km/jam dengan jarak tempuh 60 km.

Baterai motor listrik Viar ini yakni Lithium Ion 60V 23 Ah yang pengisiannya membutuhkan waktu 4 hingga 5 jam. Viar tersedia dalam warna merah, putih, hitam, biru, abu, dan kuning.

Kementerian ESDM memprediksi jumlah motor listrik di Indonesia akan meningkat menjadi 11,79 juta unit pada 2025, kemudian terus berkembang hingga 13 juta unit pada 2030.

 

 

Reporter: Nadya Zahira
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait