Alibaba Cloud Bocorkan Tren Big Data dan Kecerdasan Buatan pada 2023

Alibaba Cloud mulai menggencarkan layanan blockchain, kecerdasan buatan, dan machine learning.
Lenny Septiani
20 Desember 2022, 23:10
Ilustrasi big data
123RF.com/melpomen

Alibaba Cloud membocorkan tren Big data hingga impelementasi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan pada 2023.

Head of Product Solutions for Indonesia Alibaba Cloud, Eggy Tanuwijaya, mengatakan banyak perusahaan yang sudah masuk ke area big data, security, dan AI. Pelanggan terbanyak di Indonesia yaitu di infrastruktur.

Eggy mengatakan implementasi big data dan AI sudah dilakukan beberapa perusahaan. Dia memprediksi implementasi tersebut akan terus bertambah tahun depan.

"Beberapa partner juga berfokus padaIoT ( internet of thing)," ujarnya saat Media Gathering di Jakarta, Selasa (20/12).

Pendapatan Big Data Global mengalami tren yang terus meningkat sejak 2015. Pendapatan Big Data diperkirakan akan tumbuh menjadi US$103 miliar pada 2027.

Gencarkan blockchain

Eggy mengatakan, Alibaba Cloud mulai menggencarkan layanan blockchain, kecerdasan buatan, dan machine learning. Tujuan dari digencarkannya blockchain, AI dan machine learning ini untuk meningkatkan kepercayaan perusahaan terhadap datanya masing-masing.

Eggy mengatakan bisnis perusahaan pada infrastruktur masih menjadi andalan. Namun, juga ada beberapa layanan lain yang difokuskan perusahaan, di antaranya:

  • AI recommendation: di mana belakangnya ada ritel? alibaba cloud jadi user tinggal
  • Blockchain as a service
  •  e-KYC
  • Smart logistica: tujuannya itu adalah untuk membantu bisnis dari setiap perusahaan yang menggunakan alibaba Cloud.
  • Layanan database as a service
  • Financial solutions
  • Backup & security solutions
  • Local container services

    Country Manager of Indonesia Alibaba Cloud Intelligence Leon Chen mengatakan Indonesia memang masih dalam tahap awal digitalisasi. Namun, pelaku bisnis di Indonesia sudah sangat peduli dengan teknologi cloud computing seperti AI dan lainnya.

"Mereka sudah banyak yang mengaplikasikan dan mengadopsi teknologi tersebut apalagi sejak pandemi," katanya.

Adopsi teknologi ini tidak hanya dilakukan oleh perusahaan besar, tapi startup juga menerapkannya. "Jadi harapannya kedepannya bisa menjangkau lebih banyak lagi bisnis dari berbagai skala dan di berbagai lintas sektor industri," katanya.

Penggunaan kecerdasan buatan dan metaverse bergeliat

Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan bahwa penggunaan AI dan metaverse tahun ini sudah mulai bergerak. Namun, ia belum menemukan kasus penggunaan yang tepat untuk penggunaan metaverse. Padahal, mulai banyak perusahaan dan pemerintahan yang mencoba untuk memberikan layanan di metaverse. "Termasuk juga misalkan dunia properti," kata Heru kepada Katadata.co.id, Kamis (15/12).

Ia menjelaskan penggunaan metaverse belum menyangkut semua pihak. Sementara, AI sudah mulai banyak dimanfaatkan, terutama untuk big data analitik.

"Tidak hanya tentang big data struktur data, dan mengelola data, tapi juga bagaimana menganalisa data," ujar Heru.

"Untuk mendapatkan analisa data yang bagus, sekarang banyak digunakan kecerdasan buatan yang berfungsi "untuk mengambil satu kesimpulan atau hal-hal baru yang didapatkan dari fenomena atau patern yang ada," katanya.

Selain untuk big data, Heru mengatakan penggunaan AI sekarang banyak digunakan untuk aplikasi-aplikasi yang terkait dengan kamera atau foto.

Penggunaan AI dengan aplikasi foto juga dapat menghubungkan manusia dengan dunia avatar.
 

Reporter: Lenny Septiani
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait