Gubernur The Fed: Sudah Waktunya Memperlambat Kenaikan Suku Bunga

Tia Dwitiani Komalasari
1 Desember 2022, 07:30
Gubernur Fed Jerome Powell pada rapat FMOC Meeting pada 3November 2021.
federalreserve.gov
Gubernur Fed Jerome Powell pada rapat FMOC Meeting pada 3November 2021.

Gubernur Federal Reserve atau The Fed, Jerome Powell, mengatakan sudah waktunya untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga yang akan datang. Kenaikan suku bunga menandakan penyesuaian ekonomi yang berlarut-larut ke dunia, di mana biaya pinjaman akan tetap tinggi, sementara inflasi turun perlahan dan Amerika Serikat tetap kekurangan pekerja secara kronis.

Hal itu disampaikan Powell dalam sesi satu jam pernyataan yang dilanjutkan pertanyaan di think tank Brookings Institution, Rabu (30/11) waktu setempat. Ini merupakan penampilan terakhirnya yang dijadwalkan sebelum pertemuan bank sentral berikutnya dalam dua pekan ke depan.

Powell memberikan pesan jangka pendek bahwa The Fed akan melambat dari kecepatan sangat tinggi. Hal ini membuat pasar melonjak.

The Fed sebelumnya telah kembali menaikkan suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin menjadi 3,75% - 4% pada Rabu (2/11). Ini merupakan bunga tertinggi sejak Januari 2008.

"Kami tidak akan mencoba untuk menghancurkan ekonomi dan kemudian membersihkannya setelah itu," kata Powell.

"Para pembuat kebijakan berharap untuk tidak memperketat secara berlebihan karena kami berpikir bahwa pemotongan suku bunga bukanlah sesuatu yang ingin kami lakukan segera. Itu sebabnya kami melambat dan akan mencoba menemukan jalan kami ke tingkat yang tepat, yang menurunkan inflasi dari waktu ke waktu," ujarnya lagi.

Gabungan pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Fed bergulat dengan beberapa tren jangka panjang yang diperkuat oleh pandemi. Hal itu terutama hambatan demografis yang dialami oleh populasi yang menua, pensiun era Covid, dan lemahnya peluang imigran pada angkatan kerja.

Powell mengakui bahwa pasokan tenaga kerja tidak akan pulih dalam waktu tepat. Hal itu perlu diseimbangkan dengan kebijakan The Fed. 

"Saya pikir untuk saat ini kita harus berasumsi, bahwa pasokan tenaga kerja tidak akan pulih," kata Powell. 

"Kita harus melakukan apa yang diperlukan untuk memulihkan keseimbangan di pasar tenaga kerja untuk kembali ke inflasi 2%, benar-benar hanya dengan memperlambat pertumbuhan pekerjaan daripada membuat orang keluar dari pekerjaan," ujarnya lagi.

Kekhawatiran struktural semacam itu telah menjadi latar belakang perdebatan Fed sejak hari-hari awal pandemi, tetapi semakin mengemuka. Kekhawatiran tentang rantai pasokan global, misalnya, pada awalnya dianggap akan berlalu dan membantu memperbaiki inflasi yang tinggi seperti yang terjadi.

Tetapi kemajuan lebih lambat dari yang diharapkan, khususnyad dengan Cina yang sekarang menjalani penguncian berturut-turut. Hal ini menjadikan pasokan barang yang kurang aman, dan partisipasi angkatan kerja AS masih tertekan.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait