Jokowi Sebut Nadiem Minta Waktu 100 Hari Buat Aplikasi Pendidikan

Jokowi meyakini target yang dicanangkan Nadiem bakal terlaksana.
Dimas Jarot Bayu
Oleh Dimas Jarot Bayu
1 November 2019, 20:11
Nadiem, Jokowi, aplikasi pendidikan
Gojek
Nadiem Makarim menjanjikan menyelesaikan aplikasi untuk pendidikan di Indonesia di masa 100 hari kerja.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim meminta waktu seratus hari untuk merancang sistem aplikasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Jokowi meminta Nadiem memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dalam rapat terbatas di Kantor Presiden pada Kamis (31/10).

"Mas menteri minta, 'beri waktu saya, Pak, seratus hari untuk menyiapkan dan merancang (sistem aplikasi pendidikan) itu," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (1/11).

Selain itu, waktu 100 hari itu bakal digunakan Nadiem salah satunya untuk menginvetarisasi masalah pendidikan di seluruh Indonesia. Nadiem, lanjut Jokowi, tak hanya akan melihat sekolah-sekolah di Jakarta atau pulau Jawa.

(Baca: Jokowi Minta Nadiem Perbaiki Kurikulum & Aplikasi untuk Kualitas Guru)

Dia pun akan meninjau berbagai sekolah di NTT, Maluku, dan Papua. "Nanti beliau berbicara secara jelas setelah betul-betul lapangannya dilihat dan dikuasai," kata Jokowi.

Jokowi meyakini target yang dicanangkan Nadiem tersebut akan terlaksana. Dia menyebut jika hal tersebut terealisasi, maka akan ada perubahan besar dalam cara mengajar dan cara berinteraksi guru dengan murid.

"Kalau itu terjadi. Nah, itulah yang namanya lompatan," ujar Jokowi.

(Baca: Nadiem kepada Jamaah Masjid Kemendikbud: Saya Jadi Murid Bukan Guru)

Jokowi sebelumnya menganggap pemanfaatan teknologi dapat mempercepat pemerataan dan efisiensi pendidikan. Hal itu agar memudahkan guru dan murid dalam proses belajar-mengajar.

Menurut Jokowi, teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan haruslah mampu diterapkan di seluruh Indonesia. Karena itu, dia meminta Nadiem tak berpikir secara Jakartasentris atau Jawasentris.

Apalagi Indonesia terbentang dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Ada 17 ribu pulau dan 514 kabupaten/kota di Tanah Air.

“Lihatlah yang ada, misalnya di Halmahera, Rote, Wamena. Baru kita bisa (mengkaji) sistem atau aplikasi apa yang harus dibangun, agar ada standardisasi,” kata Jokowi.

Lebih lanjut, Kepala Negara juga meminta Nadiem membuat kurikulum yang dapat merespon perubahan pasar tenaga kerja akibat kehadiran teknologi. Menurutnya, kurikulum yang ada saat ini harus dimutakhirkan.

(Baca: Dipilih Jokowi Jadi Mendikbud, Nadiem: Saya Lebih Mengerti Masa Depan)



Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait