PUPR Dorong Swasta Bangun Hunian Terintegrasi Transportasi Publik

Konsep TOD ini merupakan salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan di kota besar.
Image title
10 Mei 2019, 12:25
Apartemen
Arief Kamaludin (Katadata)
Ilustrasi. Pemerintah dorong swasta terlibat dalam pembangunan TOD Rumah Susun/apartemen.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mendorong pengembang swasta untuk berperan aktif dalam membangun kawasan mix-use (permukiman, jasa, dan komersial), yang diintegrasikan dengan simpul transportasi publik atau konsep Transit Oriented Development (TOD).

Basuki menyatakan konsep TOD ini merupakan salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan di kota besar. Selain itu, juga sejalan dengan program Satu Juta Rumah untuk memenuhi kebutuhan hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

"Nanti arahnya juga ke pengembangan kawasan dan kota, sekaligus untuk pengurangan kawasan kumuh perkotaan," ujarnya, dalam keterangan pers, Kamis (10/5).

(Baca: LRT Jabodebek Lintas Cibubur-Ciracas Diuji Juli Mendatang)

Sekretaris Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Dadang Rukmana menjelaskan pembangunan rusun terintegrasi stasiun kereta merupakan langkah awal dari pembangunan konsep TOD.

Setelah itu pembangunan akan dilanjutkan pada kawasan terminal bus, seperti Terminal Baranangsiang, Bogor, Jawa Barat. Kemdudian, rencananya Kementerian PUPR akan mengembkan hunian konsep TOD di lahan Milik Kementeriannya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Saat ini pihaknya telah memiliki skema kerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Namun, tidak menutup kemungkinan pihak swasta turut berperan dalan pembangunan hunian TOD. Apalagi dengan adanya skema Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) dinilai lebih baik.

"Sejauh ini baru dilakukan melalui skema sinergi BUMN, misal antara Perum Perumnas dan PT Kereta Api Indonesia (KAI)," kata dia.

(Baca: Rudiantara Minta Jaringan Komunikasi MRT Jakarta Tak Dikomersialkan)

Ia menambahkan jaringan transportasi akan terus berkembang seperti kereta cepat dan kereta ringan atau light rapid transit (LRT) atau Moda Raya Terpadu atau Mass Rapid Transit (MRT), sehingga membuka peluang membangun hunian berbasis transit untuk memenuhi kebutuhan hunian perkotaan.

Kementerian PUPR bersama Kementerian BUMN telah memulai penerapan konsep TOD sejak April 2017, ditandai dengan pembangunan hunian vertikal rumah susun sederhana milik (Rusunami) di Stasiun Kereta Tanjung Barat dan Pondok Cina di Depok, Jawa Barat. Adanya animo masyarakat yang sangat baik, sinergi BUMN kembali meluncurkan tiga proyek TOD yang didukung penuh oleh Kementerian PUPR, yakni TOD Stasiun Senen, Juanda, dan Tanah Abang.

Advertisement
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait