Sinopharm Tiba Hari Ini, Kimia Farma Distribusikan untuk Gotong Royong

Vaksin Sinopharm merupakan produk rantai dingin yang perlu dijaga dalam suhu 2-8 derajat celsius.
Image title
30 April 2021, 12:06
Sinopharm, vaksin, Kimia Farma
ANTARA FOTO/REUTERS/Akhtar Soomro/AWW/sa.
Botol vaksin penyakit virus corona Sinopharm (COVID-19).

Vaksin Sinopharm asal Tiongkok akan tiba pertama kali pada Jumat (30/4). BUMN PT Kimia Farma Tbk akan bertugas mendistribusikan vaksin tersebut untuk program vaksinasi swasta atau vaksinasi gotong royong.

"Vaksin Sinopharm yang akan datang di bandara mungkin nanti siang," kata Kepala Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito di kantornya, Jakarta, Jumat (30/4).

Setelah vaksin tiba, BPOM akan melakukan pengecekan pelulusan produk (lot release) yang membutuhkan waktu selama 2-3 hari. Setelah itu, produk akan siap digunakan untuk vaksinasi.

Selanjutnya BPOM pun akan terus mengawal bersama Kimia Farma yang bertanggung jawab dalam proses distribusi vaksin. BPOM pun akan mengawal proses distribusi, baik saat keluar dari industri dan distribusi ke masyarakat.

Pengawasan ini dianggap penting lantaran vaksin Sinopharm merupakan produk rantai dingin. Proses distribusi vaksin perlu dijaga dalam suhu 2-8 derajat celsius.

BPOM juga akan melakukan pengawasan vaksin yang beredar melalui sampling pengujian. Sampling dilakukan di sarana industri, distributor instalasi pemerintah tingkat provinsi, tingkat kabupaten, kota, dan puskesmas atau sarana pelayanan kesehatan tempat vaksinasi dilaksanakan.

BPOM juga berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI), dan Komite Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komda KIPI) untuk pemantauan efek samping. "Bila dirasakan ada efek samping yang dikhawatirkan, laporkan pada Dinas Kesehatan setempat atau BPOM," ujar dia.



Direktur Utama Kimia Farma Verdi Budidarmo mengatakan, khasiat, mutu, dan keamanan vaksin menunjukkan hasil yang baik. "Sudah diteliti dan dilakukan analisa oleh BPOM sehingga layak Sinopharm dapatkan izin penggunaan darurat," katanya.

Verdi berharap vaksin Sinopharm ini bisa mendukung target pemerintah untuk mencapai kekebalan komunitas (herd immunity). "Dengan herd immunity, kita harapkan kejadian Covid-19 menurun," ujar dia.

Tingkat Efikasi Vaksin Sinopharm 78%

BPOM telah memberikan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA). Berdasarkan studi klinik fase III yang dilakukan di Uni Emirat Arab dan beberapa negara pada subjek 42 ribu orang, efikasi vaksin menunjukkan 78%. Persentase pembentukan antibodi setelah 14 hari penyuntikan dosis kedua sebesar 99,52% pada orang dewasa dan 100% pada lansia.

Advertisement

Penny pun memastikan, vaksin tersebut aman digunakan. Sebab, kejadian efek samping lokal yang paling sering dilaporkan adalah kemerahan, pembengkakan, sakit. "Sangat kecil sekitar 0,01%. Sangat jarang," ujar dia.

Sedangkan, efek sistemik berupa sakit kepala sebesar 12%, nyeri otot dan diare 33%, batuk, dan lain-lain. Sementara, efek samping yang serius adalah sakit kepala, nyeri otot, diare sangat jarang.

Program Vaksinasi Gotong Royong

Sinopharm ini merupakan bagian dari komitmen pasokan 40 juta vaksin untuk program vaksinasi mandiri atau gotong royong. Ada tiga merek vaksin Covid-19 untuk program vaksinasi gotong royong yakni Sinopharm, CanSino, dan Sputnik V.

Sinopharm akan mengirimkan vaksin sebanyak 15 juta dosis secara bertahap. Pengirimannya dimulai pada akhir April 2021 dan terus berlanjut hingga kuartal IV-2021.

Untuk vaksin Covid-19 merek Sputnik V, pasokannya diperkirakan mencapai 20 juta dosis. Pada tahap awal, ada lima juta dosis vaksin Sputnik V yang akan dikirim mulai April hingga Juli 2021. 

Sedangkan, vaksin merek CanSino yang akan dikirim ke Indonesia sebanyak lima juta dosis. Rinciannya, 3 juta dosis vaksin dikirim pada Juli-September 2021, sedangkan 2 juta dosis sisanya pada kuartal IV-2021.

Berbeda dengan dua vaksin lainnya, CanSino asal China itu hanya memerlukan satu kali suntikan.

 

Reporter: Rizky Alika
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait