Tak Umumkan Reshuffle Besok, Jokowi Fokus Tangani Bencana Alam

Presiden Joko Widodo kemungkinan tak akan mengumumkan reshuffle pekan ini. Kepala Negara memilih untuk menangani berbagai bencana alam yang terjadi belakangan.
Image title
7 Desember 2021, 14:52
reshuffle, Jokowi
Sekretariat kabinet/twitter
Presiden Joko Widodo setelah Peninjauan Lokasi Terdampak Erupsi Gunung Semeru, di Lumajang, Jatim, 7 Desember 2021

Rencana perombakan kabinet menteri atau reshuffle yang digelar pada Rabu Pon, 8 Desember, dibatalkan. Presiden Joko Widodo memilih untuk menangani berbagai bencana alam yang terjadi belakangan.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan, Kepala Negara akan meninjau korban banjir Sintang, Kalimantan Barat pada wsok hari. Sehingga dipastikan tak ada jadwal pengumumuman perubahan kabinet. "Iya (akan meninjau korban banjir Sintang)," kata Heru kepada Katadata.co.id, Selasa (7/12).

Jokowi akan memberikan sejumlah bantuan kepada korban banjir. Tak hanya itu, Mantan Wali Kota Solo itu bakal memperbaiki jembatan, memasang turap kali, hingga menanam pohon.

Pada hari ini pun Presiden meninjau beberapa lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru di Provinsi Jawa Timur. Dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1, Presiden dan rombongan lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 07.00 WIB.

Dari Bandara Internasional Juanda, Kabupaten Sidoarjo, Presiden melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Lumajang dengan menggunakan helikopter Super Puma TNI AU.

Gunung Semeru mengalami erupsi pada Sabtu, 4 Desember 2021. Presiden Jokowi telah memerintahkan para pembantunya bergerak cepat melakukan langkah-langkah tanggap darurat.

Bencana erupsi Gunung Semeru dan banjir Sintang ini yang membuat Jokowi menunda reshuffle yang direncanakan pekan ini. "Rencana reshuffle maju mundur setelah terjadi erupsi Gunung Semeru," kata sumber Katadata.

Ada sejumlah nama santer dikabarkan masuk bursa pembantu Jokowi, baik untuk jabatan menteri dan wakil menteri. Salah satunya, Jokowi dikabarkan akan menggeser Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi karena alasan kesehatan. Jokowi menimbang mengangkat mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia Hadi Tjahjanto untuk menggantikan Budi.

Ada pula kader PAN yang dikabarkan menempati posisi Menteri Perhubungan. Para calonnya berkutat antara Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi, dan Sekjen PAN Eddy Soeparno.

PAN juga berpotensi mendapat kursi Menteri Koperasi dan UKM. Selain mendapat kursi menteri, PAN juga dikabarkan bakal mendapat jatah wakil menteri.

Dari 14 kursi wakil menteri yang telah terisi, ada tujuh posisi wakil menteri yang masih kosong. Posisi yang kosong yakni Wamen ESDM, Wakil Menteri Investasi, dan Wakil Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Selain itu Wamen Kementerian Perindustrian, Wakil Menteri PAN-RB, Wakil Menteri Ketenagakerjaan, dan Wakil Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

PAN tidak merespons kabar mereka masuk Kabinet. Pesan singkat Katadata.co.id kepada Viva Yoga hanya berbalas sebuah meme jenaka, tanpa membantah atau pun mengiyakan.

Partai politik pengusung juga menilai Jokowi bakal segera melakukan reshuffle kabinet terutama untuk mengakomodir PAN. Ketua DPP Nasdem Willy Aditya mengatakan pertemuan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dengan Ketum partai lain merupakan pertanda akan terjadi reshuffle.

"Tinggal bagaimana masalah posisi itu dirembuk pak Jokowi yang dirasa penting," ujar Willy kepada wartawan pada Senin (6/12) di Kompleks Parlemen.

Advertisement
Reporter: Rizky Alika
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait