Jabatan Pangkostrad Kosong Sebulan, Apa Dampaknya Bagi TNI AD?

Belum adanya pejabat yang sepenuhnya menjabat sebagai Pangkostrad akan memberikan pengaruh di matra Angkatan Darat.
Image title
29 Desember 2021, 15:24
Pangkostrad, TNI, militer
Katadata
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman merangkap sebagai Pangkostrad.

Posisi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat atau Pangkostrad kosong lebih dari sebulan setelah Jenderal TNI Dudung Abdurachman dilantik sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada 17 November lalu. Proses penunjukkan Pangkostrad mesti menunggu sidang Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti) yang memiliki rangkaian panjang.

"Kami menunggu Wanjakti, sidang Wanjakti, nanti pasti akan dilaporkan ke Presiden, dialah yang akan menentukan," ujar Panglima TNI Jenderal Andika kepada media di Jakarta, Selasa (28/12)

Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI, Soleman B. Ponto mengatakan posisi Pangkostrad bukan jabatan publik. Sehingga tak akan mengganggu fungsi pelayanan kepada masyarakat. "Pangkostrad itu bukan jabatan publik, artinya tidak melayani publik. Sehingga kosong pun tidak apa apa," ujar Ponto kepada Katadata pada Rabu (29/12).

Ponto mengatakan posisi Pangkostrad yang kosong tidak akan mengganggu mekanisme kerja dari matra Angkatan Darat. Dia mengatakan proses kerja terus berjalan mengikuti mekanisme yang sudah ada.

Analis intelijen dan keamanan dari Universitas Indonesia, Stanislaus Riyanta mengatakan jabatan Pangkostrad tidak bisa dianggap kosong. Saat ini jabatan tersebut masih dirangkap oleh Jenderal Dudung hingga keputusan terkait pejabat definitif Pangkostrad.

Stanislaus memperkirakan belum adanya pejabat yang sepenuhnya bertugas akan memberikan pengaruh di matra Angkatan Darat. Namun, dia menilai dampaknya masih dapat dikendalikan mengikuti program kerja yang telah disusun. "Pangkostrad yang dirangkap Jenderal Dudung membuat pekerjaannya tidak maksimal," kata dia.

Dia menjelaskan mekanisme pemilihan Pangkostrad dan jabatan lain level perwira tinggi di TNI memang harus melalui wanjakti. Pangkostrad merupakan jabatan strategis karena bertanggung jawab atas seluruh prajurit Kostrad, yang merupakan organisasi prajurit paling besar.

"Saya yakin pada awal Januari (2022) wanjakti melakukan proses tersebut dan hasilnya akan segera diumumkan ke publik oleh TNI," ujar Stanislaus.

Advertisement

Salah satu nama yang sempat muncul sebagai calon Pangkostrad adalah Mayjen Maruli Simanjuntak. Sumber Katadata.co.id menyebut Mayjen Maruli Simanjuntak jadi kandidat paling kuat sebagai Pangkostrad. Ini tidak terlepas dari modal politiknya.

Maruli merupakan menantu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Selain itu, ia juga pernah menjadi Komandan Paspampres yang membuatnya dekat dengan lingkaran Istana.

Sebelumnya, Dudung Abdurachman mengatakan kandidat Pangkostrad akan dibahas Panglima TNI  yang kemudian menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo. Perihal Maruli sebagai salah satu kandidat menjabat Pangkostrad, Dudung menyebut tidak tahu. "(Maruli) belum tahu sampai sekarang," ujar Dudung di Istana Negara pada November lalu.

 

Reporter: Nuhansa Mikrefin
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait