Megawati Targetkan PDIP Memenangi Pemilu 2024, Bagaimana Strateginya?

Dalam persiapan Pemilu 2024, Megawati mengingatkan PDIP tidak grasa-grusuh dalam memutuskan calon presiden maupun calon wakil presiden.
Image title
10 Januari 2022, 15:53
Megawati, PDIP, Pemilu 2024
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kiri) berpidato usai pengumuman nama-nama calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah yang diusung dalam Pilkada Serentak 2020.

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri memberi instruksi kepada kader untuk turun ke masyarakat sebagai upaya memenangkan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Dia juga meminta para kader PDIP menjaga keamanan sehingga Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 yang berjalan serentak dapat berhasil.

"Selalu turun ke bawah menyapa, melindungi, dan membahagiakan rakyat. Tidak ada yang lain selain itu," kata Megawati dalam pidato Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 PDIP, Senin (10/1).

Terpisah, Sekretris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto menegaskan dalam persiapan Pemilu 2024, Megawati mengingatkan PDIP tidak grasa-grusuh dalam memutuskan calon presiden maupun calon wakil presiden. Megawati akan berdialog dan merenungkan tantangan Indonesia sebelum membuat keputusan.

Hasto menilai keputusan Megawati nantinya bersifat final dan biasanya tidak berubah-rubah. Dia mengatakan Megawati tak terbiasa mengubah kebijakan, seperti saat Megawati menjadi Presiden Indonesia, ia tidak pernah melakukan reshuffle kabinet.

Kemudian contoh lainnya adalah selama menjadi Ketua Umum, Megawati juga tidak pernah mengganti Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP. "Karena sekali ambil keputusan ya itulah yang harus dijalankan," ujar Hasto dalam konferensi pers virtual pada Senin (10/1).

Hasto menyatakan PDIP akan menunggu tahapan Pemilu 2024 yang ditetapkan Komisi Pemiluhan Umum (KPU). Hal ini penting karena dalam menentukan Capres-Cawapres diperlukan kalkulasi politik dan juga upaya untuk membangun koalisi dengan partai politik lainnya. Selain itu, PDIP ingin agar terjadi kesinambungan antar pemerintahan Presiden Joko Widodo dengan Presiden berikutnya.

"Sehingga Pak Jokowi juga juga memberikan masukan-masukan kepada Ibu Ketua Umum agar arah kedepan pemerintahan ini senapas," jelas Hasto.

Hasto menyebut PDIP bukanlah partai yang bermain pada putaran terakhir sehingga perlu mempersiapkan diri dalam gerak kepartaian. Sambil menunggu keputusan Megawati, Hasto menyebut saat ini PDIP tengah mengambil langkah-langkah konsolidasi untuk memenangi Pilpres 2024.

Hasto juga menjelaskan pemerintahan setelah periode Jokowi harus memiliki orientasi yang sama contohnya adalah terkait pemindahan Ibu Kota Negara. Pemerintah saat ini telah menetapkan koridor-koridor strategis melalui pembangunan infrastruktur termasuk perencanaan pemindahan Ibu Kota.

Pemimpin negara berikutnya diharapkan tidak memiliki orientasi yang berbeda dengan memindahkan Ibu Kota yang disebut Hasto sebagai tempat antah berantah.

Beberapa hasil survei politik menunjukkan PDIP sebagai partai politik dengan tingkat elektabilitas tertinggi. Salah satunya dari hasil survei Saiful Mudjani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan PDIP di posisi teratas, diikuti  Partai Golkar dan Partai Gerindra.

Survei SMRC yang berlangsung periode 8 Desember sampai 16 Desember 2021, menunjukkan responden paling banyak memilih PDIP yakni 25,2% bila pemilihan umum dilaksanakan saat survei berlangsung. Kemudian Golkar dengan elektabilitas 11,2% dan Gerindra 10,8%.

Temuan dalam survei tersebut kemudian dibandingkan dengan dengan perolehan Pemilu 2019. Hanya PDIP yang mengalami peningkatan signifikan dari perolehan Pemilu 2019 sebesar 19,3% dengan hasil survei yang menunjukkan 25,2%. Sedangkan Golkar dan Gerindra tidak mengalami perubahan. Berikut grafik Databoks:

Advertisement

 

Reporter: Nuhansa Mikrefin
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait