Harga Minyak Goreng Masih Tinggi, DMO CPO Naik Jadi 30% Mulai Besok

Lutfi mengatakan DMO CPO akan dinaikkan kembali bila harga minyak goreng di pasar tradisional masih belum sesuai HET.
Image title
9 Maret 2022, 13:41
Sejumlah personel polisi membantu pedagang menjual minyak goreng kepada warga saat Operasi Pasar Minyak Goreng Murah di Alun-alun Serang, Banten, Rabu (9/3/2022). Operasi pasar yang digelar jajaran Polres Serang bersama pedagang itu menjual sembilan ribu
ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/wsj.
Sejumlah personel polisi membantu pedagang menjual minyak goreng kepada warga saat Operasi Pasar Minyak Goreng Murah di Alun-alun Serang, Banten, Rabu (9/3/2022). Operasi pasar yang digelar jajaran Polres Serang bersama pedagang itu menjual sembilan ribu liter minyak goreng guna membantu warga untuk mendapatkannya sesuai harga eceran yang ditetapkan pemerintah.

Kementrian Perdagangan (Kemendag) akan menaikkan kewajiban pasar domestik (DMO) minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan olein sebesar 30% mulai besok, Kamis (10/3). Kebijakan ini untuk mempercepat kestabilan harga minyak goreng (migor) di dalam negeri yang saat ini belum menyentuh harga eceran tertinggi (HET) baru.

Menteri Perdagangan Muhamad Lutfi mengatakan kenaikan DMO menjadi 30% itu akan dituangkan dalam Peraturan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri. Beleid anyar itu ditargetkan rampung hari ini dan diterbitkan besok.

"Bahan baku (migor) harus dikumpulkan lebih banyak (menjadikan DMO sebesar) 30%, paling tidak 6 bulan ke depan untuk (bisa) di-review untuk ditambah (DMO-nya) atau di-adjust," kata Lutfi dalam konferensi pers virtual, Rabu (9/3).

Lutfi mengatakan CPO akan dinaikkan kembali bila harga minyak goreng di pasar tradisional masih belum sesuai Harga Eceran Tertinggi atau HET.  

Advertisement

Kemendag telah menetapkan HET minyak goreng yang dibagi dalam tiga kelompok. Secara rinci, HET minyak goreng kemasan premium senilai Rp 14.000 per liter, minyak goreng kemasan sederhana senilai Rp 13.500 per liter, dan minyak goreng curah senilai Rp 11.500 per liter.

DMO ini merupakan syarat bagi eksportir CPO dan turunannya untuk mendapatkan izin ekspor. Pada 14 Februari - 8 Maret 2022, Kemendag telah menerbitkan 126 izin ekspor CPO dan turunannya sebanyak 2,77 juta ton untuk 54 eksportir CPO.

Secara rinci, izin ekspor yang diberikan untuk ekspor refined, bleached, deodorized (RBD) Palm Olein atau bahan baku migor sebanyak 1,24 juta ton, RBD Palm Oil atau bahan baku RBD Palm Olein sebanyak 385,9 ribu ton, RBD Palm Stearin atau bahan baku sabun sebanyak 153,41 ribu ton, dan CPO sebanyak 109,84 ribu ton.

Adapun, DMO yang diterima pemerintah mencapai 573,89 ribu ton atau 20,7% dari total volume izin ekspor yang diberikan. DMO itu terdiri dari RBD Palm Olein sebanyak 463,88 ribu ton dan CPO sebanyak 110 ribu ton.

Sejauh ini, Kemendag telah menyalurkan 415,78 ribu ton atau 519,73 juta liter migor dari 38 produsen migor ke pasar atau 72,45% dari DMO yang disimpan pemerintah. Adapun, konsumsi migor nasional per bulan hanya mencapai 327,32 ribu ton.

Kemendag mencatat empat produsen migor telah menyalurkan 268,37 juta ton atau 51,63% dari total DMO. Keempat produsen tersebut adalah Wilmar Group (99,26 juta liter), PT Musim Mas (65,32 juta liter), PT Smart Tbk (55,18 juta liter), dan Asian Agri (48,59 juta liter).

Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) Indonesia pada 2021 sebesar 46,88 juta ton atau turun 0,31% dari capaian 2020 yang sebesar 47,03 juta ton. Berikut grafik Databoks: 

Reporter: Andi M. Arief
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait