Ikuti Rusia, Amerika Berhasil Uji Coba Senjata Berkecepatan Suara

Angkatan Udara Amerika berhasil dalam proses uji coba senjata hipersonik,
Yuliawati
17 Mei 2022, 14:06
AMerika, Rusia, hipersonik
ANTARA FOTO/REUTERS/WANA (West Asia News Agency) /NZ/dj
Ilustrasi.

Angkatan Udara Amerika Serikat pada Senin (16/5) mengatakan mereka telah berhasil melakukan uji coba senjata hipersonik, yang terbang dengan lima kali kecepatan suara.  Sebelum Amerika, Rusia telah meluncurkan senjata hipersonik. 

AU Amerika meluncurkan The Air Rapid Response Weapon (ARRW) dari pembom B-52H yang berhasil mencapai kecepatan hipersonik. Uji coba tersebut dilakukan pada Sabtu (14/5) di lepas pantai California Selatan.

“Ini adalah pencapaian besar oleh tim ARRW, untuk perusahaan senjata, dan Angkatan Udara kami,” kata Brigjen. Jenderal Heath Collins, pejabat eksekutif program Angkatan Udara untuk senjata, dikutip dari CNN, Selasa (17/5).

ARRW adalah senjata hipersonik yang menggunakan roket pendorong untuk mempercepat rudal mencapai kecepatan lebih dari Mach 5, atau lima kali kecepatan suara.

Advertisement

AU Amerika berulangkali gagal dalam proses uji coba AARW.  CNN menyebutkan program senjata hipersonik ini sempat mengalami tiga kali gagal uji coba. Bulan lalu, AU mengatakan terdapat anomali dalam proses uji terbang yang membuat target proyek ini mundur.

Sehari sebelum tes ini, Sekretaris Angkatan Udara Frank Kendall mengakui masalah yang dihadapi program ARRW. “Program ini belum berhasil dalam penelitian dan pengembangan sejauh ini,” kata Kendall kepada Subkomite Alokasi DPR untuk Pertahanan.

"Kami ingin melihat bukti keberhasilan sebelum kami membuat keputusan tentang komitmen produksi, jadi kami akan menunggu dan melihat."

Pentagon mengejar pengembangan senjata hipersonik setelah anggota parlemen khawatir AS tertinggal dari Cina dan Rusia.

Rusia menjadi negara pertama yang menggunakan senjata hipersonik dalam perang ketika meluncurkan rudal Iskander dan Kinzhal di Ukraina. Pentagon mengatakan bahwa Rusia telah menggunakan antara 10-12 senjata hipersonik sejak awal invasinya ke Ukraina.

Cina juga telah menguji senjata hipersoniknya, kata pejabat militer AS. Namun, kementerian luar negeri Cina pada Oktober 2021 membantah melakukan uji coba senjata hipersonik.

Pada pertengahan Maret, AS berhasil menguji Hypersonic Air-breathing Weapon Concept (HAWC), tetapi tetap diam untuk menghindari meningkatnya ketegangan dengan Rusia saat Presiden Joe Biden akan mengunjungi Eropa.

HAWC diluncurkan dari pesawat pengebom B-52 di lepas pantai barat dalam uji coba pertama sistem Lockheed Martin. Uji coba itu dilakukan beberapa hari setelah Rusia mengatakan pihaknya menggunakan rudal hipersonik selama invasi ke Ukraina.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait