Survei KIC: Mayoritas UMKM Berdagang Online di Shopee dan Tokopedia

Sebanyak 86% UMKM yang menjadi responden menyatakan menggunakan satu hingga tiga platform marketplace untuk memasarkan produk di antaranya Shopee dan Tokopedia.
Image title
3 Mei 2021, 17:01
Shopee, Tokopedia, survei KIC
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hp.
Warga menggunakan perangkat elektronik untuk berbelanja daring di salah satu situs belanja daring di Bogor, Jawa Barat, Senin (26/4/2021).

Pandemi Covid-19 telah mempercepat adopsi digital pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), mengalihkan bisnis dari offline ke online. Survei dari Katadata Insight Center (KIC) menunjukkan rata-rata pelaku UMKM menggunakan dua hingga tiga marketplace untuk berjualan, terutama  Shopee dan Tokopedia.

Survei bertajuk "MSME Study Report 2021: Peran Marketplace bagi UMKM" itu menyasar 392 pelaku UMKM di sejumlah kota di Indonesia, yakni Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta dan Medan. Survei dilakukan pada 24 Maret hingga 9 April 2021.

Manajer Survei Katadata Insight Center Vivi Zabkie mengatakan sebanyak 86% UMKM yang menjadi responden menyatakan menggunakan satu hingga tiga platform marketplace untuk memasarkan produk. Bahkan, ada juga dari mereka yang memanfaatkan 4 hingga 6 marketplace sebagai kanal penjualan.

"Cukup banyak UMKM jadi pemain baru di platform online pada masa pandemi. Sedangkan marketplace adalah pilihan utama mereka ketika masuk ke platform penjualan online,” kata Vivi di Jakarta pada Senin (3/5).

Hasil survei juga menunjukkan bahwa 82% responden UMKM memilih Shopee sebagai marketplace untuk berjualan. Kemudian, 64% responden menggunakan Tokopedia, Bukalapak digunakan 28%, Lazada 22%, Blibli 15% dan lainnya 9%.

Sebanyak 92% UMKM beralasan memilih Shopee karena aman dan 72% UMKM memilih Tokopedia dengan alasan yang sama. Faktor keamanan juga menjadi alasan memilih Bukalapak sebanyak 35%, Lazada 36% dan Blibli 40%.

Ada juga 89% UMKM pengguna Shopee yang memilih platform marketplace berwarna oranye ini karena banyak promo. Lalu, 45% UMKM menyebut Tokopedia menawarkan banyak promo, 17% Lazada, 11% Bukalapak dan 12% Blibli.



Sedangkan dalam hal membantu memasarkan produk, 85% UMKM pengguna Shopee merasakan manfaat ini. Hal yang sama dirasakan oleh 53% UMKM pengguna Tokopedia, 33% Lazada, 17% Bukalapak dan 12% Blibli.

Selain itu, survei KIC kali ini juga menunjukkan bahwa peran marketplace sangat penting. Sebanyak 77% UMKM menyatakan marketplace membantu mereka memasarkan produk sehingga mereka bisa bertahan dan berjualan di masa pandemi.

Sebanyak 72% UMKM menyatakan marketplace memiliki banyak program promo seperti gratis ongkos kirim (ongkir), uang kembali (cashback) dan diskon. Promo itu mampu menjadi daya tarik bagi konsumen untuk berbelanja di toko online milik UMKM.

Selain itu, 69% UMKM juga menilai marketplace aman untuk bertransaksi dan 66% lainnya mengaku marketplace mudah digunakan.

Dorongan UMKM masuk ke platform online sudah terbaca 6 bulan sejak pandemi. Temuan ini pernah diungkapkan dalam survei yang dirilis KIC pada medio Juni 2020 bertajuk “Digitalisasi UMKM di tengah pandemi Covid-19”.

Hasil survei ketika itu menunjukkan banyak UMKM berjualan offline akhirnya memilih berjualan online. Sebab, UMKM yang berjualan offline mengalami penurunan pendapatan selama pandemi Covid-19.

“Dari riset tahun lalu, tren itu sudah terlihat. Salah satunya pemanfaatan platform digital sebagai salah satu upaya bertahan di masa pandemi,” kata Vivi.

Sebelumnya, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki  mengatakan bahwa ada 4,7 juta UMKM yang telah merambah ekosistem digital dalam 11 bulan terakhir. Secara keseluruhan, jumlahnya mencapai 12 juta atau 19% dari total sekitar 64 juta UMKM.

Sedangkan, berdasarkan data Bank Dunia, sebanyak 80% UMKM yang tergabung dalam ekosistem digital memiliki daya tahan lebih baik selama menghadapi pandemi Covid-19.

Advertisement

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait