Startup Quick Commerce Bananas Raih Pendanaan Tahap Awal Rp 21,5 M

Startup Bananas akan memanfaatkan pendanaan tersebut untuk mempercepat misinya dalam merevolusi pengalaman belanja bahan makanan di pasar.
Image title
7 Februari 2022, 17:04
startup, bananas, east venture
123RF.com/Dejan Bozic
Ilustrasi startup

Startup quick commerce Bananas mendapatkan pendanaan tahap awal (seed funding) sebesar US$ 1,5 juta atau Rp 21,5 miliar yang dipimpin East Ventures. Pendanaan kepada Bananas seiring dengan tren pesatnya pertumbuhan bisnis quick commerce di Indonesia.

Pendanaan tahap awal yang dipimpin oleh East Ventures bernilai US$ 1 juta atau Rp 14,3 miliar. Selain East Ventures, investor lainnya seperti SMDV, ARISE, MDI Ventures dan beberapa angel investor terlibat dalam pendanaan tersebut.

Kemudian, Bananas masuk dalam program inkubator startup, YCombinator Winter 2022. Dalam program tersebut, Y Combinator menjadi salah satu investor Bananas dengan investasi baru US$ 500 ribu atau Rp 7,1 miliar. Alhasil, pada pendanaan tahap awal Bananas mendapatkan Rp 21,5 miliar.  

Founder dan CEO Bananas Mario Gaw mengatakan, Bananas akan memanfaatkan pendanaan tersebut untuk mempercepat misinya dalam merevolusi pengalaman belanja bahan makanan di pasar. "Kami menyadari kebutuhan pelanggan akan barang kebutuhan sehari-hari, kecepatan, dan kenyamanan terbaik selama masa krisis pandemi Covid-19," katanya dalam siaran pers, hari ini (7/2).

Bananas akan menggunakan dana segar itu untuk mengembangkan tim, terutama untuk mendukung operasional dari produk, dark stores, inventory, hingga customer service. Bananas menargetkan untuk membangun setidaknya 50 dark stores di Jakarta dan kota-kota tier 1 lainnya di Indonesia dalam waktu dekat.

Startup yang didirikan oleh Mario dan rekannya Kristian Sinaulan pada 2021 ini menawarkan layanan yang menjembatani pasar dengan masa depan belanja bahan makanan.

Bananas memanfaatkan teknologi untuk mengirim kebutuhan pokok secara cepat atau disebut dengan quick commerce. Melalui layanannya, pelanggan dapat berbelanja barang kebutuhan sehari-hari, membayar, dan menunggu pesanan dalam waktu rata-rata 10 menit melalui aplikasi.

Bananas mengandalkan hub mikro berbasis teknologi bernama dark stores dalam menjalankan bisnisnya. Dark stores ditempatkan di dekat area banyak pemukiman untuk mengantarkan bahan makanan secara instan.

VP of Investment East Ventures Devina Halim mengatakan, East Ventures memberikan dana kepada Bananas karena percaya bisnis quick commerce akan memiliki pertumbuhan dan peluang besar di pasar. "Terutama mengingat besarnya pasar bahan makanan yang belum tergarap di Indonesia," katanya.

Di samping itu, quick commerce menjadi tren terbaru e-commerce Nusantara. Salah satu startup yang mengusung konsep ini yaitu Astro mendapatkan pendanaan tahun lalu dari beberapa investor seperti Global Founders Capital, AC Ventures, Lightspeed Venture Partners, dan Goodwater Capital.

Pemain e-commerce seperti Tokopedia pun meluncurkan layanan belanja online untuk produk kebutuhan pokok dengan waktu pengiriman singkat bernama Tokopedia NOW!. Di layanan itu, perusahaan mengirimkan barang maksimal dua jam.

TaniHub juga mengembangkan layanan pengiriman cepat bernama Tani Instan. Namun, pengirimannya masih membutuhkan waktu maksimal sehari. Tani Instan sudah diuji coba Jakarta Barat.

 

Advertisement
Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait