Pertamina Lirik Hidrogen Hijau, Energi Ramah Lingkungan Masa Depan

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menilai potensi pasar dari hidrogen hijau di Indonesia cukup menjanjikan.
Image title
14 Juli 2021, 19:47
Pertamina, hidrogen hijau, energi ramah lingkungan
123rf.com/Alexander Kirch
Ilustrasi energi hidrogen

PT Pertamina mulai serius mengincar bisnis potensial dari sumber energi baru. Salah satunya dengan mengembangkan green hydrogen alias hidrogen hijau yang diperkirakan memiliki potensi pasar mencapai US$ 40 miliar atau sekitar Rp 579 triliun.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menilai potensi pasar dari hidrogen hijau di Indonesia cukup menjanjikan. Berdasarkan pemetaan dari Pertamina pada 2020, konsumsi hidrogen diperkirakan mencapai 2,5 metrik ton per hari.

"Dengan adanya kebutuhan ini kami yakini hidrogen merupakan (bisnis) masa depan," ujarnya dalam diskusi Investor Daily Summit secara virtual, Rabu (14/7).

Nicke menjelaskan pembahasan hidrogen hijau Indonesia masih kalah pamor dibandingkan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai. Padahal, negara lain sudah mulai mengembangkan hidrogen karena lebih ramah lingkungan.

"Kalau baterai kan masih ada pengolahan, ada proses bagaimana mengelola limbah, kalau hidrogen benar-benar green. Oleh karena itu kami sudah menetapkan pengembangan hidrogen pada aset aset Pertamina," ujarnya.

Untuk itu, kata Nicke, perlu ada kebijakan baru agar pengembangan hidrogen di Indonesia bisa masuk keekonomiannya. Misalnya, seperti dengan pemberian insentif fiskal hingga masalah perizinan yang disederhanakan. "Sehingga kami harapkan berkembangnya hidrogen masa depan Indonesia," ujarnya.

Pertamina Geothermal Energy (PGE) sebelumnya telah melakukan kajian awal untuk mengembangkan bahan bakar green hydrogen atau hidrogen hijau. Adapun wilayah kerja panas bumi (WKP) Ulubelu menjadi proyek pertama untuk riset pengembangan sumber energi bersih ini.

Manager Government and Public Relation Pertamina Geothermal Energy Sentot Yulianugroho menjelaskan WKP Ulubelu mempunyai kriteria yang cocok untuk riset pengembangan hidrogen hijau. Pasalnya, fluida panas bumi di area tersebut masih didominasi oleh air dan uap panas yang cocok untuk pengembangan hidrogen.

Meski demikian, rencana pengembangan hidrogen saat ini memang masih dalam tahap inisiasi. PGE telah membentuk tim guna mengembangkan produk turunan dari panas bumi ini. "Tahapan green hydrogen ini masih sebatas rencana pengembangan," kata Sentot.

 

Advertisement

 

Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait