Pertamina-BPPT Luncurkan 2 SPKLU di Jakarta, Target 25 Ribu pada 2030

Jumlah SPKLU yang tersedia saat ini sebanyak 147 unit yang tersebar di 119 lokasi.
Image title
5 Agustus 2021, 15:41
SPKLU, Pertamina
ANTARA FOTO/Didik Suhartono/aww.
Salah satu infrastruktur SPKLU untuk kendaraan listrik.

PT Pertamina bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) meluncurkan dua Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU di Jakarta. Pemerintah mencanangkan target pembangunan SPKLU sebanyak 25 ribu unit pada 2030. 

BPPT terus mendukung ekosistem  Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di antaranya lewat pembangunan SPKLU. "Ini menjadi jawaban atas transportasi masa depan," kata Kepala BPPT Hammam Riza dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (5/8).

Kementerian ESDM memprediksi potensi produksi mobil listrik di Indonesia tahun ini mencapai 125 ribu unit serta untuk kendaraan dua mencapai 1,34 juta unit. Adapun International Energy Agency menyebutkan di tataran global jumlah mobil listrik, bus, dan truk berat diperkirakan dapat mencapai 145 juta pada 2030.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengapresiasi BPPT-PT Pertamina dalam memfasilitasi SPKLU di Indonesia. Dalam dokumen Grand Strategi Energi Nasional, kendaraan listrik sendiri ditargetkan mencapai 2 juta mobil listrik dan 13 juta motor listrik pada 2030.

Target pembangunan SPKLU sebanyak 25 ribu unit pada 2030. "Sampai saat ini telah terbangun 147 SPKLU di 119 lokasi," kata Rida.

Implementasi KBLBB di Indonesia diperkirakan akan menurunkan impor BBM sebesar 51 juta barel pada 2020 dan sebesar 373 juta barel pada 2050. Dengan asumsi harga impor bensin yang digunakan serta nilai tukarnya Rp 15 ribu per US$, maka potensi penghematan devisa dari penurunan impor bensin ini mencapai US$ 5,86 miliar atau Rp 87,86 triliun.


Namun, masuknya kendaraan listrik akan sedikit menaikkan impor liquefied natural gas (LNG) untuk sektor pembangkit listrik. Dengan adanya kenaikan impor LNG tersebut, maka potensi penurunan defisit neraca perdagangan migas jadi lebih kecil yaitu US$ 78,42 miliar pada 2050.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mendukung program-program pemerintah terkait transisi ke energi bersih. Apalagi pemerintah juga telah menetapkan target net zero emission pada 2060 dan target penurunan emisi karbon sebesar 29% pada 2030.

Oleh karena itu, sektor transportasi yang cukup signifikan dalam menyumbang polusi harus turut berpartisipasi dalam menekan emisi. Salah satunya dengan menggenjot elektrifikasi.

Setidaknya terdapat tiga lokasi SPKLU hasil kerja sama dengan BPPT. Namun dari ketiganya itu, hanya dua yang sudah beroperasi yang terletak di Lenteng Agung dan MT Haryono."Dua lokasi sudah bisa dioperasikan dan bisa digunakan gratis dan komersial sambil menunggu perizinan selesai," katanya.

Infografik_Skenario Tekan Emisi Melalui Mobil Listrik
Infografik_Skenario Tekan Emisi Melalui Mobil Listrik (Katadata)



Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait