SKK Migas: Lifting Minyak Tahun Ini Tak Mencapai Target

Lifting minyak hingga akhir tahun ini 812 ribu barel per hari Padahal target lifting dalam APBNP 2015 sebesar 825 ribu barel per hari
Yura Syahrul
26 Agustus 2015, 20:23
Katadata
kabinetkita.org

KATADATA ? Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi memperkirakan target lifting (produksi siap jual) minyak tahun ini tidak akan tercapai. Hal ini disebabkan oleh beberapa lapangan yang mengalami masalah sehingga produksinya terganggu.

Ia menghitung lifting minyak hingga akhir tahun ini sebesar 812 ribu barel per hari. Padahal, target lifting minyak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015  sebesar 825 ribu barel per hari. Jadi, pencapaian lifting minyak tahun ini 1,6 persen lebih rendah dari yang ditargetkan pemerintah. ?Sejak sekarang kita sudah tahu tidak akan mencapai target," kata Amien saat rapat dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta, Rabu (26/8).

Amien mengungkapkan, realisasi lifting minyak hingga akhir Juli lalu sebesar 756 ribu barel per hari. Ada beberapa faktor yang menyebabkan target lifting minyak tahun ini tidak tercapai. "Semua lapangan ada unplanned shutdown,? katanya. Misalnya, tiba-tiba terjadi kebocoran pipa yang mengganggu produksi.

Penurunan produksi ini juga dialami oleh PT Pertamina Hulu Energi (PHE). Direktur Utama PHE Gunung Sardjono Hadi pun pesimistis akan mampu mencapai target lifting tahun ini yang sebesar 65 ribu barel setara minyak per hari (BOEPD).  Penyebab tidak tercapainya target adalah tertunda beberapa proyek. "Tapi secara over all kami masih optimistis (realisasinya) di atas 95 persen untuk gas, sedangkan minyaknya 97 persen dari target tahun ini," ujarnya.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi VII DPR Satya Widya Yudha tetap meminta agar SKK Migas meningkatkan lifting minyak tahun ini. Salah satu yang bisa dilakukan adalah menjaga produksi dari Blok Cepu. Pertimbangannya, blok yang dikelola oleh ExxonMobil ini berkontribusi besar dalam produksi migas secara nasional.

"Harapan kami dengan 812 ribu barel per hari itu bisa ditingkatkan. Monitoring yag ketat di Lapangan Banyu Urip (Cepu) supaya tidak terjadi gangguan seperti sebelumnya," tandas Satya.

Reporter: Arnold Sirait
    News Alert

    Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

    Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
    Video Pilihan

    Artikel Terkait