Impor 50 Ribu Sapi dari Australia Terhambat

Peternak di Australia sulit memenuhi permintaan kuota sapi dari Indonesia dalam waktu cepat Padahal hampir 40 persen daging sapi yang dikonsumsi berasal dari Australia
Yura Syahrul
19 Agustus 2015, 14:29
Katadata
KATADATA

KATADATA ? Para eksportir ternak di Australia mengalami kesulitan untuk mengirimkan sekitar 50 ribu sapi ke Indonesia. Kondisi tersebut dapat mengancam stok daging sapi di dalam negeri dan mengganggu rencana pemerintah Indonesia mengimpor ratusan ribu sapi tahun ini.

Menurut Stuart Kemp, Kepala Eksekutif Asosiasi Eksportir Ternak Wilayah Northern di Australia, sebagian besar sapi potong Australia sudah dikirim ke luar negeri. ?Kapal untuk pengiriman sudah terkontrak dan sulit membatalkannya,? katanya, seperti dikutip The Sydney Morning Herald, dua hari lalu (17/8). Jadi, pihak asosiasi kesulitan mendapatkan kapal tambahan untuk mengekspor 50 ribu sapi sesuai pesanan ke Indonesia.

Kendala lainnya adalah kekeringan yang melanda Australia saat ini menyebabkan gangguan pada proses penggemukan sapi. Alhasil, para peternak kesulitan memenuhi permintaan kuota sapi dari Indonesia dalam waktu cepat. Dampak lanjutannya, Indonesia terancam kelangkaan pasokan daging sapi karena hampir 40 persen daging sapi yang dikonsumsi berasal dari Australia.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia membatasi impor daging sapi dari Australia karena ingin melakukan swasembada. Belakangan, pasokan daging sapi menurun seiring lonjakan konsumsi saat dan setelah Lebaran hingga 6-7 kali lipat dari hari biasa. Kondisi tersebut bermuara pada melambungnya harga daging sapi mencapai Rp 120 ribu per kilogram.

Advertisement

Makanya, pemerintah Indonesia kembali membuka keran impor sapi, salah satunya dari Australia. Pemerintah akan mengimpor sekitar 300 ribu sapi sampai akhir tahun ini. (Baca: Pemerintah Akan Impor 300 Ribu Sapi) Seperti dilansir The Sydney Morning Herald, Menteri Pertanian Negara Bagian Utara Australia Willem Westra van Holthe dan Menteri Pertanian Negara Bagian Queensland Bill Byrne telah bertemu dengan Rachmat Gobel, Menteri Perdagangan sebelum digantikan oleh Thomas Lembong. Kedua pejabat Australia tersebut menjelaskan kondisi peternakan sapi di negaranya yang mengalami kesulitan dalam memasok 50 ribu sapi dalam waktu yang cepat.

Tracey Hayes, Kepala Eksekutif Asosiasi Peternak  Wilayah Northern yang pernah berkunjung ke Indonesia, menyatakan para pembesar sapi di Indonesia sudah hampir kehabisan persedian sapi. Persediaan sapinya hanya cukup untuk 120-an hari ke depan. ?Jika tidak ada sapi kami (Australia) ke sini (Indonesia), mereka akan kehabisan daging sapi Australia dalam empat minggu sampai enam minggu ke depan," kata Hayes.

Reporter: Manal Musytaqo
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait