Demi Jaga Blok Masela, TNI Kaji Pembangunan Pangkalan Laut

Proyek Masela adalah proyek yang sangat besar di antara Ambon dan Papua yang merupakan salah satu cadangan gas terbesar di Indonesia
Yura Syahrul
16 September 2015, 16:44
Asing Dibatasi dalam Jasa Pengeboran Migas.jpg
KATADATA/

KATADATA ? Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM Luhut Pandjaitan meminta Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut meningkatkan kekuatan armadanya untuk menjaga zona maritim Indonesia. Salah satu wilayah yang perlu ditingkatkan kekuatan armada lautnya adalah zona timur Indonesia karena di sana terdapat proyek eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) Blok Masela.

"Proyek Masela adalah proyek yang sangat besar di antara Ambon dan Papua, yang merupakan salah satu cadangan gas terbesar di Indonesia,? katanya dalam konferensi pers acara Indonesia Maritim Security Symposium (IMSS) di Jakarta, Rabu (16/9).

Menurut Luhut, Blok Masela yang terletak di Laut Arafura, Maluku, berdekatan dengan perbatasan Australia dan Papua Nugini. Untuk itu, TNI Angkatan Laut perlu memantau dan menjaga keamanan semua kekayaan alam di wilayah tersebut. Bahkan, TNI tengah mempertimbangkan pembangunan pangkalan armada angkatan laut di Laut Arafura. ?Mungkin nanti akan dilakukan kajian oleh angkatan laut di sana tentang pangkalan armada,? katanya.    

Kepala Staf TNI Angkatan Laut Ade Supandi menambahkan, peningkatan keamanan maritim di wilayah Indonesia merupakan bagian dari program Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. "Investasi itu akan tercipta apabila berada dalam suatu kondisi keamanan regional yang memungkinkan negara-negara lain menanamkan investasinya dalam keadaan aman," ujarnya.

Advertisement

Di tempat yang sama, Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli menilai,peranan TNI Angkatan Laut di wilayah maritim Indonesia sangat penting. "Karena TNI menjadi ujung tombak jika terjadi masalah di lapangan,? imbuhnya.

Sekadar informasi, Blok Masela yang kini dioperasikan oleh Inpex Masela Ltd merupakan salah satu blok migas dengan cadangan terbesar. Salah satu sumur yang diunggulkan dari blok tersebut adalah Lapangan Abadi, yang ditaksir bisa memproduksi gas sebesar 421 juta standar kaki kubik gas per hari (million standard cubic feet per day/mmscfd) dan minyak sebanyak 8.400 barel minyak per hari (bph).

(Baca: SKK Migas Izinkan Inpex Tambah Kapasitas Kilang LNG di Blok Masela)

Pekan lalu, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) telah menyetujui proposal revisi rencana pengembangan kegiatan (Plan of Development/POD) Blok Masela yang diajukan oleh Inpex. Kapasitas produksinya akan ditingkatkan dari 2,5 juta metrik ton per tahun menjadi 7,5 juta metrik ton per tahun sehingga nilai investasinya ditaksir naik dua kali lipat menjadi US$ 14 miliar.

Dalam rencana awalnya, Blok Masela diharapkan sudah bisa berproduksi mulai tahun 2018. Sedangkan kontrak pengelolaan blok ini oleh Inpex akan berkahir tahun 2028 mendatang.

Reporter:
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait