Nakhoda Tim Ekonomi Jokowi Mengerucut ke Dua Nama

Rizal Ramli kabarnya sudah mengantongi restu dari Luhut Panjaitan dan Megawati
Yura Syahrul
28 Juli 2015, 11:35
Katadata
KATADATA
Darmin Nasution & Rizal Ramli

KATADATA ? Dinamika rencana perombakan kabinet di bidang perekonomian bergerak cepat. Setelah sempat beredar sejumlah nama sebagai calon nakhoda baru tim ekonomi, kini sudah mengerucut ke dua nama.

Sumber Katadata di lingkungan pemerintahan mengungkapkan, salah seorang kandidat kuat Menteri Koordinator Perekonomian yang baru adalah Rizal Ramli. Ekonom senior ini pendiri lembaga riset ekonomi Econit dan pernah menjabat Menko Perekonomian di era Presiden Abdurrahman Wahid. Saat ini menjadi Komisaris Utama Bank Negara Indonesia (BNI).

Kansnya untuk masuk kabinet dinilai cukup besar, karena punya kedekatan hubungan dengan Kepala Staf Kantor Kepresidenan Luhut B. Panjaitan. Bahkan, ia kerap dimintai pendapat untuk membahas persoalan ekonomi, bersama beberapa ekonom UI. (Baca: Rizal Ramli ?Merapat ke Luhut Panjaitan)

Tak cuma lewat ?pintu? Luhut, Rizal dikabarkan juga mulai menjalin hubungan dengan PDI Perjuangan sebagai partai penyokong utama Presiden Joko Widodo. ?Rizal sudah dapat lampu hijau dari Megawati dan Luhut,? kata sumber Katadata, Senin (27/7). Demi melapangkan jalan Rizal, sedang diupayakan dukungan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Advertisement

Ketua Bidang Perekonomian PDIP Hendrawan Supratikno mengaku tidak mengetahui ihwal dukungan partainya kepada Rizal. Menurut dia, hanya Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang mengetahui siapa calon menteri yang akan diusulkan PDIP.

?Saya tidak tahu itu. Sudah seminggu ini saya di daerah, jadi tidak dapat informasi dari Jakarta,? katanya kepada Katadata. ?Hanya Ketua Umum saja yang tahu, siapa yang akan diusung.? Sedangkan Rizal hingga kini belum pernah merespons upaya konfirmasi dari Katadata perihal kabar tersebut.

Selain Rizal, kandidat kuat Menko Perekonomian adalah Darmin Nasution. Dibandingkan Rizal, Darmin tergolong paling kawakan di birokrasi. Ia terakhir menjabat Gubernur Bank Indonesia. Sebelumnya, Darmin menduduki sejumlah posisi penting di Kementerian Keuangan, yaitu Dirjen Lembaga Keuangan, Kepala Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK), serta Dirjen Pajak.

Sinyal Darmin masuk bursa kabinet terlihat saat Presiden Jokowi menghadiri acara Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) awal Juli lalu. Di organisasi ini, Darmin menjabat sebagai ketua. Sejumlah rekomendasi telah diberikan ISEI untuk perbaikan kinerja ekonomi Indonesia kepada Presiden. ?Presiden bisa menerima beberapa masukan dan target baru ekonomi yang diusulkan Darmin,? kata sumber tersebut.

Selain mereka, sebenarnya ada tiga nama lagi yang sempat disebut-sebut sebagai calon Menko Perekonomian. Mereka adalah Sri Mulyani Indrawati (Direktur Pelaksana Bank Dunia), Kuntoro Mangkusubroto (Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan/UKP4 di era pemerintahan Yudhoyono), serta Prof. Iwan Jaya Azis (ekonom senior UI dan guru besar Cornell University)

Namun, belakangan, nama Sri Mulyani meredup lantaran masih fokus berkarier di lembaga keuangan internasional tersebut. Adapun Kuntoro, selain menjadi kandidat Menko Perekonomian, juga dipertimbangkan untuk mengisi pos Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau Kepala Badan Infrastruktur Nasional.

Ini untuk mempercepat progam pembangunan infrastruktur yang dicanangkan Presiden Jokowi. ?Saya belum diberi tahu apa-apa,? kata pria yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias serta Menteri Pertambangan dan Energi di era Presiden Soeharto.

Untuk jabatan Menko Perekonomian, Kuntoro tampaknya sudah memberikan sinyal ketidaksediaannya. Dalam tulisannya di Koran Tempo berjudul ?Struktur dan Kinerja Kabinet? (27/7), ia menyatakan sesungguhnya jabatan Menteri Koordinator tidak diperlukan.

Fungsi ini bisa dijalankan dengan pola adanya penunjukan seorang menteri sebagai koordinator dari sebuah program yang dijalankan lintas kementerian/lembaga. Meski begitu, ia juga menyarankan perlu adanya sosok di atas level menteri yang berwenang sebagai pengurai berbagai sumbatan.

Seperti diberitakan Katadata sebelumnya, perombakan kabinet hampir dipastikan bakal segera terjadi setelah hari raya Idul Fitri. Presiden Jokowi sedang mempertimbangkan empat tokoh senior sebagai kandidat Menko Perekonomian. Ketika dimintai konfirmasinya, Teten Masduki, salah seorang anggota tim komunikasi Presiden, tidak membantah kabar ini. ?Sinyal reshuffle (memang) sudah disampaikan Presiden pada saat pertemuan dengan para ekonom di Istana,? ujarnya kepada Katadata, akhir pekan lalu.

Siapa saja yang bakal kena reshuffle dan calon penggantinya, Teten menolak menyebutkan. Yang jelas, dalam pertemuan Presiden dengan para ekonom di Istana Negara pada akhir Juni lalu, perombakan mengarah pada jajaran menteri ekonomi.

Reporter: Safrezi Fitra
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait