PT KAI Tak Dilibatkan dalam Proyek Kereta Cepat

Aria W. Yudhistira
24 April 2015, 10:17
Katadata
KATADATA
Pemerintah tak melibatkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

KATADATA ? Pemerintah tidak melibatkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam proyek pembangunan kereta cepat rute Jakarta-Bandung. PT KAI diminta untuk fokus membangun jaringan kereta dasar di seluruh wilayah Indonesia.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno mengatakan, jika terlibat dalam proyek kereta cepat, dia khawatir konsentrasi PT KAI akan terpecah. Alhasil, menyebabkan pembangunan dan pengoperasian jaringan kereta api di Tanah Air menjadi terhambat.

Padahal, pemerintah berharap jaringan kereta ini yang akan menjadi urat nadi transportasi Indonesia ke depan. ?KAI diharapkan mengoperasikan jaringan kereta dasar, karena untuk saat ini seringkali konsentrasi (bisnis) tidak terbagi,? kata Rini saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (23/4) malam.

Menteri BUMN menjelaskan, pemerintah menunjuk PT Wijaya Karya (Persero) Tbk karena ingin masing-masing BUMN karya memiliki spesialisasi di bidang tertentu. Dia mencontohkan PT Waskita Karya (Persero) Tbk yang fokus menggarap proyek jaringan listrik, sementara PT Adhi Karya (Persero) Tbk didorong membangun Light Rail Transit (LRT) di perkotaan.

?Mereka ini hanya leader-nya saja, tapi bukan berarti proyek-proyek ini akan dikerjakan sendiri-sendiri,? kata Rini. (Baca: Wika Beton Cari Mitra Garap Konstruksi Kereta Cepat)

Rini juga memberitahu kehadiran PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan juga PT Perkebunan Nusantara VIII dalam konsorsium kereta cepat tersebut bukan tanpa alasan. Jasa Marga, Rini beralasan, nantinya mayoritas jalur kereta cepat akan mengambil lahan di samping ruas tol yang dikelola perseroan.

?Sedangkan untuk PTPN VIII karena kereta ini nantinya akan melewati beberapa bidang kebun miliknya. Jadi agar lebih mudah pembebasan lahannya,? ujar Rini. (Baca: Jepang Minta Dibentuk BUMN Khusus Kereta Cepat)

Rini optimistis pengerjaan proyek tersebut dapat dimulai pada tahun ini. Diharapkan pekerjaan konstruksi akan memakan waktu tiga tahun, sehingga nantinya baik warga Jakarta maupun Bandung akan dapat menikmati perjalanan kereta cepat pada 2018.

PT KAI sebelumnya mengatakan, akan berhati-hati dalam menyikapi wacana proyek kereta cepat ini. Menurut Direktur Keuangan PT KAI Kurniadi Atmosasmito, pembangunan kereta api cepat masih harus dikaji lebih jauh, terutama tingkat keekonomiannya.

?Kami perlu lihat studi yang telah dilakukan beberapa lembaga. Kalau kami sudah lihat baru dapat kami putuskan,? kata Kurniadi.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ameidyo Daud Nasution

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...