Impor BBM Akan Naik Menjelang Puasa dan Lebaran

Safrezi Fitra
16 Juni 2015, 18:20
Katadata
KATADATA

KATADATA ? Nilai impor Indonesia akan tambah membengkak bulan ini. PT Pertamina (Persero) menambah kegiatan impor bahan bakar minyak (BBM) selama puasa dan hari raya Idul Fitri. Penambahan impor ini dilakukan untuk menjaga jumlah pasokan BBM untuk kebutuhan pada periode tersebut.

Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengatakan penambahan impor ini berbeda-beda pada setiap jenis BBM. Kisarannya mulai dari 10 persen hingga tiga kali lipat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Impor BBM jenis Premium ditambah dari 8 juta barel per hari menjadi 9 juta barel per hari pada bulan ini. Bulan depan impornya kembali ditambah menjadi 10 juta barel per hari. Impor Pertamax juga ditambah dari 500.000 barel per hari menjadi 2,5 juta barel per hari.

Pertamina juga akan meningkatkan impor Elpiji untuk menjaga pasokan selama puasa dan lebaran. Impor yang tadinya hanya untuk 13 hari ditingkatkan menjadi 16 hari. "(impor Elpiji) menambah dua kapal besar untuk meningkatkan stok," kata dia di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (16/6).

(Baca: Pasokan BBM Selama Lebaran Ditambah)

Penambahan impor ini didasarkan pada prediksi adanya peningkatan konsumsi selama periode puasa dan lebaran. Pertamina memperkirakan konsumsi Premium akan meningkat 17,8 persen, dari 76.258 kiloliter menjadi 89.817 kiloliter.

Produk Avtur juga mengalami peningkatan 10,1 persen dari 11.534 kiloliter menjadi 12.701 kiloliter. Sementara konsumsi Elpiji meningkat dari 19.779 metrik ton menjadi 20.453 metrik ton.

Meski demikian, kata Ahmad, tidak semua produk BBM mengalami peningkatan konsumsi. Kebutuhan Solar malah diprediksi menurun dari 37.228 kiloliter pada periode normal, menjadi hanya 33.259 kiloliter. " Solar turun karena beberapa industri tutup," ujar dia.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan dengan adanya tambahan impor BBM, membuat kebutuhan dolar perseroan ikut meningkat. Setiap transaksi pembelian minyak dan BBM dilakukan dengan menggunakan dolar Amerika Serikat.

"Kebutuhan dolar naik 10 persen sampai 15 persen," ujar dia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Arnold Sirait

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...