Harga Minyak Rendah, Pertamina Tetap Komitmen Bangun Kilang

Safrezi Fitra
27 Agustus 2015, 11:47
Katadata
KATADATA

KATADATA ? PT Pertamina (Persero) mengaku tetap berkomitmen untuk membangun kilang di dalam negeri, meski harga minyak dunia sedang rendah. Saat ini Pertamina sedang menyiapkan pembangunan kilang di Bontang Kalimantan Timur.

Direktur Pengolahan Pertamina Rachmad Hardadi mengatakan harga minyak yang terus menurun, bukan merupakan suatu hal yang menghambat pembangunan kilang. Meski harganya rendah, kebutuhan produk minyak masih akan terus meningkat dan ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM) tetap tinggi.

"Apakah harga crude (minyak mentah) di bawah US$ 40 per barel membuat permintaan menurun? Tetap meningkat kan! Artinya (pembangunan kilang) ini tetap diperlukan," kata Rachmad kepada Katadata, Rabu (26/8).

(Baca: Tanpa Kilang Baru, Negara Berpotensi Rugi Rp 156 Triliun per Tahun)

Meningkatnya permintaan produk minyak sebenarnya bisa diatasi dengan impor, apalagi harganya sedang murah. Masalahnya, ketergantungan impor membuat ketahanan energi nasional menjadi sangat rentan. "Impor cepat menyelesaikan permasalahan, tetapi tidak menciptakan kedaulatan energi," ujarnya.

Selain meningkatkan ketahanan energi, pembangunan kilang juga bisa memberikan manfaat yang berantai bagi perekonomian nasional. Dengan adanya kilang, industri lain pun bisa tumbuh, mengingat kilang minyak merupakan industri strategis yang produknya sangat dibutuhkan sektor industri lain.

Rachmad mengaku saat ini pihaknya sedang mempersiapkan pembangunan kilang minyak di Bontang. Kilang ini sebenarnya merupakan salah satu proyek prioritas pemerintah tahun ini. Namun, pembangunan proyek ini kemungkinan baru bisa dilakukan tahun depan.

Proyek ini dikerjakan dengan skema kemitraan strategis antara pemerintah dan badan usaha. Pemerintah akan memberikan kewenangan dan tanggung jawab proyek ini kepada Pertamina. Masalahnya hingga saat ini pemerintah belum secara legal memberikan kewenangan ini kepada Pertamina.

Pertamina tidak berani melakukan pembangunan kilang sebelum pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai penunjukan Pertamina. Rachmad mengatakan pemerintah menyelesaikan draf Perpres ini dan hanya tinggal menunggu tandatangan Presiden.

?Jika Perpres ini keluar dalam waktu dekat 1-2 minggu ke depan, tahap site preparation (persiapan pengerjaan proyek) akan dilakukan pada awal 2016 dan ground breaking pada pertengahan 2017.

(Baca: Tender Proyek Kilang Bontang Terancam Molor)

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Manal Musytaqo

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...