Harga saham TAMU naik dari Rp 110 menjadi Rp 187 per saham. Sedangkan harga saham CSIS naik dari Rp 300 menjadi Rp 320
Saham
Arief Kamaludin|KATADATA

Melalui penjualan saham perdana ke publik (initial public offering/IPO), dua perusahaan mulai mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (10/5). Dalam debut perdagangannya, dua emiten anyar tersebut mencetak kenaikan harga.

Kedua emiten baru ini adalah PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU) dan PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. (CSIS). Alhasil, sejak awal tahun ini tujuh emiten baru telah melantai di bursa.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Harga saham TAMU melejit dari harga perdana Rp 110 menjadi Rp 187 per saham. Sedangkan harga saham CSIS naik dari Rp 300 menjadi Rp 320 per saham. (Baca: Sempat Terperosok, IHSG Bangkit Disokong Aksi Beli Investor Asing)

Sekretaris Perusahaan TAMU Leo A. Tangkilisan mengatakan, perusahaan menjual 20 persen dari total sahamnya. Lewat hajatan ini, TAMU meraup dana Rp 82,5 miliar. "Mulai saat ini TAMU resmi menjadi perusahaan publik," ujar Leo, di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (10/5).

Dana hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja dan operasional usaha, yakni pembiayaan cadangan peralatan dan perlengkapan kapal. Aset perusahaan saat ini sebesar US$ 111 juta, dengan kewajiban US$ 58 juta dan total modal US$ 53 juta. Adapun, pendapatan bersihnya sebesar US$ 10 juta per 31 Desember 2016.

Di sisi lain, CSIS melepas 15,84 persen saham dengan perolehan dana IPO Rp 62,1 miliar. CSIS adalah anak usaha dari salah satu perusahaan furnitur terbesar di Indonesia yakni Grup Olympic. "Kami harap manajemen PT CSIS bisa menunjukan performa yang baik bagi masyarakat maupun investor," ujar Direktur Utama CSIS Juanda Hasurungan Sidabutar.

Juanda menjelaskan, penggunaan dana IPO dibagi menjadi tiga bagian. Pertama, sebanyak 78 persen akan digunakan untuk modal kerja. Kedua, sebanyak 10 persen akan digunakan untuk membayar sebagian pokok utang. Ketiga, 12 persen akan digunakan untuk belanja modal.

(Baca juga: Disokong Dana Asing Rp 71 Triliun, Rupiah Perkasa di Triwulan 1 2017)

Artikel Terkait
Investor menunggu hasil penyelidikan kepolisian dan penjelasan dari manajemen perusahaan.
Ketiga UMKM binaan Kadin telah memiliki aset sebesar Rp 28-30 miliar, bahkan ada yang mencapai Rp 50 miliar.
Penjualan TPS Food didominasi oleh aneka merek beras premium.