Penangkapan berlebih merupakan eksploitasi ikan yang melampaui kemampuannya untuk beregenerasi secara lestari.

Eksploitasi ikan secara masif terjadi di seluruh perairan Indonesia. Pemetaan tingkat penangkapan ikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukkan kebanyakan status eksploitasi ikan demersal, pelagis besar, dan udang telah mencapai titik maksimum. Penangkapan ikan di beberapa wilayah bahkan masuk zona merah karena melebihi ambang batas yang ditetapkan.

Greenpeace menyebutkan sejak 2011 Menteri Kelautan dan Perikanan telah mengeluarkan keputusan pemanfaatan ikan yang diperbolehkan (maximum sustainable yield/MSY) sebesar 80 persen dari potensi lestari. Potensi lestari sendiri merupakan besaran penangkapan ikan yang masih memberi kesempatan bagi ikan untuk melakukan regenerasi sehingga tidak mengurangi populasinya.

Meski demikian, pada 2011 tercatat penangkapan ikan telah melebihi batas, yakni 82 persen. Angka tersebut belum termasuk tangkapan ilegal yang ditaksir mencapai 25 persen dari total potensi sehingga akumulasi pemanfaatan ikan mencapai 107 persen. Kondisi itu menunjukkan penangkapan ikan telah melampaui MSY sehingga berujung pada terancamnya keberlanjutan stok ikan.

Jeany Hartriani
Artikel Terkait
Kapal pencuri ikan Silver Sea 2 baru ditetapkan sebagai rampasan negara. Nahkodanya didenda Rp 250 juta.