Pemprov DKI Jakarta Tampung 500 Tenaga Medis Corona di Dua Hotel

Melalui Jaktour, Pemprov DKI Jakarta masih akan membuka hotel, yang akan menjadi tempat tinggal sementara petugas medis penanganan pandemi corona.
Image title
27 Maret 2020, 16:12
Petugas medis bersiap di ruang perawatan Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan aset hotel untuk menjadi tempat tinggal sementara para petugas medis yang menan
ANTARA FOTO/Kompas/Heru Sri Kumoro/Pool/aww.
Petugas medis bersiap di ruang perawatan Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan aset hotel untuk menjadi tempat tinggal sementara para petugas medis yang menangani pandemi virus corona.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merealisasikan rencana penggunaan aset hotel, untuk menampung tenaga medis penanganan pandemi corona.

Melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jakarta Tourisindo (Jaktour), pada hari Jumat (27/3), Pemprov DKI Jakarta telah menampung 500 tenaga medis penanganan corona di dua hotel.

"Hari ini masuk tenaga medis sebanyak 500 orang. Kami bagi di dua hotel karena Grand Cempaka Business Hotel tidak bisa menampung seluruhnya," kata Direktur Utama Jaktour Novita Dewi di Balaikota, Jumat (27/3).

Dua hotel yang dimaksud Novita adalah, Grand Cempaka Business Hoteldan Hotel d'Arcici Al Hijra Cempaka Putih. Kedua hotel ini berlokasi di Jakarta Pusat.

Novita  merinci, jumlah tenaga medis yang menginap di Grand Cempaka Business Hotel sebanyak 343 orang. Dari jumlah tersebut, 28 orang di antaranya merupakan dokter. Sementara, 157 tenaga medis menginap di Hotel d'Arcici Al Hijra Cempaka Putih.

Advertisement

BUMD tersebut juga akan membuka penginapan untuk tenaga medis di Hotel d'Arcici Plumpang, Jakarta Utara. Hotel tersebut akan melayani tenaga medis yang berasal dari RSUD Koja dan RSUD Duren Sawit.

(Baca: Anies Baswedan Siapkan Hotel untuk Tempat Tinggal Tenaga Medis Corona)

Sebelumnya, Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pihaknya akan menggunakan aset hotel milik Pemprov DKI Jakarta, untuk menjadi tempat tinggal sementara bagi seluruh tenaga medis dari 24 rumah sakit yang menangani pasien corona.

"Mulai hari ini kami menyiapkan fasilitas tempat tinggal kepada tenaga medis, bagi dokter dan perawat, di hotel Grand Cempaka milik Pemprov DKI Jakarta. Sehingga mereka bisa istirahat dengan tenang, nyaman, semua kebutuhannya dipenuhi, tidak harus jauh-jauh pulang ke rumah," kata Anies saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Kamis (26/3).

Menurut Anies, sejauh ini sudah ada 138 orang tenaga medis dari Rumah Sakit Pasar Minggu dan Rumah Sakit Tarakan yang memanfaatkan fasilitas tersebut. Kamar yang disediakan sebanyak 220 kamar, dengan 414 tempat tidur.

Tak hanya itu, tiga hotel lain yang dikelola oleh Jaktour juga tengah dipersiapkan bagi tenaga medis. "Jadi total yang nantinya bisa menampung Itu hampir 700 tempat tidur yang akan bisa menampung seluruh tenaga medis dan dokter dan perawat," ujarnya.

Adapun, penyebaran virus corona terus meluas. Bahkan, wabah ini tak hanya menginfeksi masyarakat biasa, namun tenaga medis juga sangat berisiko tertular virus ini. Berdasarkan catatan Anies, hingga kini terdapat total 50 orang petugas medis DKI Jakarta yang terinfeksi virus corona di ibu kota, dua diantaranya meninggal dunia.

(Baca: Anies Klaim Pembatasan Interaksi Efektif Cegah Penularan Virus Corona)

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait