Harga Emas Turun ke US$ 1.928,06 di Tengah Penguatan Dolar AS

Harga emas tercatat turun tipis pada penutupan perdagangan Jumat (20/1) di tengah penguatan dolar AS. Namun, harga emas masih di jalur penguatan karena kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed.
Image title
21 Januari 2023, 08:29
emas, harga emas
123rf.com/bee32
Ilustrasi, emas.

Harga emas global melemah pada penutupan perdagangan Jumat (20/1) di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Namun, perkiraan kenaikan suku bunga yang lebih lambat dari bank sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed), membuat emas tetap berada di jalur penguatan.

Mengutip Reuters, Sabtu (21/1), emas spot turun 0,2% menjadi US$ 1.928,06 per ons, setelah naik ke level tertinggi sejak 22 April di US$ 1.937,49 di awal sesi. Meski demikian, selama sepekan harga emas naik 0,4%. Sementara, emas berjangka AS ditutup naik 0,2% pada US$ 1.928,2.

"Dolar AS menemukan beberapa bentuk stabilitas dan pada gilirannya kita bisa melihat harga emas menuju level yang lebih rendah minggu depan," kata ahli strategi komoditas TD Securities Daniel Ghali.

Stabilnya dolar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Namun, pembacaan ekonomi AS yang lemah baru-baru ini dan pernyataan hawkish dari pembuat kebijakan The Fed memicu kekhawatiran atas perlambatan global dan mendorong investor mengalihkan dana ke emas sebagai safe-haven.

Komentar dari pejabat Fed telah menunjuk tingkat terminal di atas 5%, tetapi pedagang masih bertaruh pada tingkat memuncak pada 4,9% pada bulan Juni dan melihat peluang 93,7% untuk kenaikan suku bunga 25 basis poin pada bulan Februari.

Emas cenderung naik ketika ekspektasi kenaikan suku bunga surut, karena suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Meskipun telah terjadi akumulasi emas oleh berbagai bank sentral dan lembaga, ETF emas yang dipegang oleh individu semakin berkurang. Jika pembelian ETF untuk kembali, itu akan membatasi penurunan overbought pada logam, kata Caesar Bryan, manajer portofolio Dana Emas Gabelli.

Sementara, untuk komoditas logam mulia lainnya ditutup menguat. Perak tercatat naik 0,3% menjadi US$ 23,90 per ons, platinum naik 0,8% menjadi US$ 1.040,5. Sementara paladium merosot 1,7% menjadi US$ 1.725,04.

"Terkait perdagangan pasar fisik, platinum telah menerima banyak dukungan dari tantangan di sektor pertambangan Afrika Selatan. Kami terus mengharapkan platinum mengungguli paladium," ujar Ghali.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait