Ada Pandemi, PGN Pangkas Target Pembangunan Jaringan Gas Rumah Tangga

PGN memangkas target pembangunan jaringan gas bumi semula untuk 316 ribu menjadi 127.864 rumah tangga pada tahun ini.
Image title
6 Juli 2020, 19:08
jaringan gas, jargas, gas rumah tangga, PGN, pandemi corona
ANTARA FOTO/Rahmad/foc.
Ilustrasi. Sejak 2009 hingga akhir 2019, realisasi pembangunan jargas PGN telah menjangkau 537.936 rumah tangga.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk memangkas target pembangunan jaringan gas bumi atau jargas untuk rumah tangga pada tahun ini dari target semula sebanyak 316 ribu menjadi 127.864 rumah tangga. Sejak 2009 hingga akhir 2019, realisasi pembangunan jargas PGN telah menjangkau 537.936 rumah tangga. 

"Pada 202o, akan ada 127,864 jargas rumah yangga dari rencananya 316,000 karena memang ada pengalihan anggaran dari jargas ke penaggulangan pandemi," Direktur Utama PGN Suko Hartono dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VII, Senin (6/7).

Adapun hingga 26 Juni, pihaknya telah menuntaskan sebanyak 39 persen sambungan dari target tersebut. Realisasi ini lebih tinggi dari perkiraan perusahaan yang hanya mencapai 23% target pada semester I 2020.

(Baca: Era Gas Industri Satu Harga US$ 6, 11 Perjanjian Jual Beli Diteken)

Advertisement

PGN pada tahun ini menargetkan pembangunan jargas di 23 kabupaten/kota. Periciannya, yakni Jargas Aceh, Langsa, dan Deli Serdang  dibangun untuk 16.709 saluran rumah tangga. Jargas Pelambeng, Ogan Ilir untuk 13.358  rumah tangga. Ketiga, Jargas Ogan Komering Ulu Muara Enim sebanyak 13,044  rumah tangga. 

Jargas Musiwaras, Musi Banyuasin sebanyak 12.189  rumah tangga. Jargas Dumai, Pekanbaru 9.981  rumah tangga. Lalu Jargas Serang, Bandar Lampung sebanyak 13.144  rumah tangga. Jargas Semarang, Blora sebanyak 10.725  rumah tangga.

(Baca: Pasokan Gas Rumah Tangga di Semarang Aman Pascainsiden CPP Gundih)

Kemudian  Jargas Kutai Kartanegara, Samarinda sebanyak 9.003 rumah tangga. Jargas Balikpapan, Penajam Paser Utara, Tarakan sebanyak 16.809 SR. Terakhir, Jargas Jambi, Muoro Jambi, Sarolangun sebanyak 12.932  rumah tangga.

"Manfaatnya apa? Sampai 2024, penurunan impor LPG kami hitung US$ 17,2 juta per tahun, penghematan belanja masyarakat dari selisih beli LPG dan jargas kurang lebih 0,3 triliun per tahun, penghematan subsidi LPG 3,3 triliun per tahun," katanya.

Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait