Pengguna Indosat Bisa Akses Google Assistant via Telepon Bebas Pulsa

Fitur Google Assistant melalui telepon bebas pulsa diharapkan membantu 20% pengguna Indosat yang masih menggunakan ponsel lawas untuk mengakses informasi.
Cindy Mutia Annur
10 Februari 2020, 16:11
indosat, google, google asisstant, ponsel lawas
ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY
Ilustrasi. Pelanggan indosat kini dapat mengakses layanan Google Assistant melalui telepon bebas pulsa.

Indosat Ooredoo mencatat sebanyak 20% dari total 60 juta pelanggannya di seluruh Indonesia pada 2019 masih menggunakan ponsel lawas yang  memiliki keterbatasan akses internet. Perusahaan pun menggandeng Google untuk meluncurkan fitur asisten yang dapat diakses melalui telepon bebas pulsa. 

Vice President Head of Mobile Financial Services Indosat Ooredoo Hendry Saputra mengatakan, pihaknya bersama google telah melakukan pilot project sejak Juli hingga Desember tahun lalu di lima kota, yakni Medan, Kediri, Karawang, Sukabumi, dan Jombang.  Adapun mulai hari ini, layanan asisten tersebut bisa digunakan oleh seluruh pelanggan Indosat Ooredoo secara nasional.

Pengguna bisa mengakses fitur ini dengan menelepon nomor 696. Melalui telepon bebas pulsa tersebut, pengguna bisa mendapatkan pengalaman yang sama ketika mengakses fitur Google Asistant.

Informasi apapun mulai dari mencari lokasi suatu tempat, melihat jadwal beribadah, hingga membantu anak-anak sekolah di pedesaan dalam mengerjakan PR dapat diperoleh melalui teknologi kecerdasan buatan (Artificial Inteligence/AI) dari Google tersebut.

Advertisement

(Baca: Google Asisstant Makin Canggih, Punya Enam Fitur Baru)

Selama pilot project, perusahaan mencatat ada sekitar 1 juta menit panggilan interaksi yang terjadi melalui fitur asisten . Ada sekitar 300 ribu panggilan yang dilakukan oleh 150 ribu pelanggan. Dengan demikian, rata-rata satu pelanggan melakukan dua kali panggilan dengan rata-rata waktu telepon selama 3 menit.

"Tapi ada juga yang melakukan panggilan hingga 50 kali," ujar Hendry.

Mayoritas panggilan, menurut dia, digunakan untuk menerjemahkan bahasa asing, mencari lelucon, mengecek cuaca, hingga mencari lokasi. 

Hendry mengatakan, perusahaan tidak menargetkan pendapatan melalui fitur ini. Tujuan diluncurkannya layanan ini adalah agar pelanggannya bisa tetap mengakses informasi dan tidak tertinggal dari negara lain. 

(Baca: Google Makin Canggih, Ada Inovasi Terbaru dari Maps hingga Search)

Data dari GSMA Mobile Economy Report 2019, Indonesia masih memiliki gap alias kesenjangan digital antara penduduk di kota besar dan di pedesaan. Saat ini, 45% masyarakat Indonesia masih tinggal di daerah pedesaan. Presentase tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Pasifik.

"Ke depan, kami ingin pelanggan bisa naik level dan bisa mulai mengonsumsi data internet, kami ingin ajarkan itu kepada mereka melalui fitur asisten ini," ujar Hendry dalam konferensi pers di kantornya, Senin (10/2). 

 

Dalam kesempatan yang sama, Managing Director Google Indonesia Randy Jusuf mengatakan bahwa perusahaan berkewajiban untuk memastikan setiap orang Indonesia memiliki kesempatan dalam berpartisipasi di dunia digital. Salah satu caranyadengan memperluas akses internet.

Saat ini, masih banyak masyarakat yang tidak memiliki akses internet mulai dari masalah keterbatasan teknologi ponsel hingga akses internet. "Kami pun sadar perlu adanya sinergi dengan berbagai kalangan untuk mewujudkan misi ini," kata Randy. 

Reporter: Cindy Mutia Annur
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait