Nadiem Disebut Jadi Menteri Baru, Menkominfo: Saatnya Mengabdi Bangsa

Menkominfo Rudiantara menanggapi rumor terkait penempatan CEO Gojek Nadiem Makarim pada jabatan wakil menteri digital.
Image title
Oleh Cindy Mutia Annur
18 Oktober 2019, 10:02
rudiantara, menkominfo, go-jek
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara menanggapi rumor terkait penempatan Chief Executive Officer (CEO) Gojek Nadiem Makarim.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara menanggapi rumor terkait penempatan Chief Executive Officer (CEO) Gojek Nadiem Makarim pada jabatan wakil menteri digital di kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) periode kedua. 

Ia menilai, Nadiem sudah memiliki pengalaman yang terbukti dengan menjadikan Gojek sebagai decacorn di Indonesia. "Kalau sudah sekelas Nadiem memang sudah waktunya mengabdi kepada bangsa," ujar Rudiantara saat ditemui di kediamannya di Jakarta, Kamis (17/10) malam.

Kendati demikian, menurut dia, untuk menjadi pembantu presiden, dibutuhkan berbagai keahlian. Tak hanya harus memiliki pengalaman di bidang teknologi, posisi menteri dan wakil menteri juga dinilai membutuhkan keahlian pada aspek politik.

(Baca: Bos Gojek Bocorkan Cara Kerja Teknologinya kepada 25 Startup)

"Namanya pembantu presiden itu orang kepercayaan dan harus menguasai aspek politik. Pinter, jago lobi atau apa, bisa bikin apa, tapi kalau dari sisi aspek politiknya enggak masuk, ya enggak bisa," ungkap dia. 

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla sempat bertemu CEO Gojek tersebut. JK mengungkapkan dalam pertemuan dengan Nadiem, tak disinggung peluang Nadiem masuk ke dalam kabinet kerja pemerintahan baru 2019-2024.

JK menyatakan sosok seperti Nadiem lebih baik menjadi pengusaha muda karena Indonesia butuh lebih banyak pelaku bisnis. "Anak muda yang sukses di bisnis jangan didorong jadi birokrat atau pemerintahan. Justru (mereka) lebih penting di bisnis," kata JK usai pertemuan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (16/7).

(Baca: Bertemu CEO Go-Jek, JK Sebut Pengusaha Muda Jangan Jadi Menteri)

Dia menjelaskan, pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) memang membutuhkan menteri yang berani mengambil keputusan. Kecepatan eksekusi program menteri bakal berdampak kepada keberhasilan pemerintah secara keseluruhan.

Namun, JK menganggap sosok seperti Nadiem seharusnya terus menghabiskan waktu di dunia usaha. Apalagi tidak mudah mencari pelaku usaha yang berhasil membawa produk Tanah Air ke dunia.

Reporter: Cindy Mutia Annur
Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait