Pasar Tunggu Data Manufaktur AS, Rupiah Stagnan di 14.091 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah pada perdagangan sore ini, Jumat (22/11) stagnan dari posisi kemarin sore di level Rp 14.091 per dolar AS.
Agatha Olivia Victoria
22 November 2019, 17:09
dolar as, nilai tukar
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Ilustrasi. Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) hari ini menempatkan rupiah pada posisi Rp 14.100 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah pada perdagangan sore ini, Jumat (22/11) stagnan dari posisi kemarin sore di level Rp 14.091 per dolar Amerika Serikat (AS). Hal ini seiring penantian pasar terhadap rilis data manufaktur AS.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR)  hari ini menempatkan rupiah pada posisi Rp 14.100 per dolar AS, naik dua poin dari level kemarin.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji mengatakan, pasar kini menantikan data manufaktur AS versi Markit bulan November 2019. "Data Purchasing Manager Index (PMI) diproyeksikan meningkat menjadi 51.5 dari 51.3," kata Nafan kepada Katadata.co.id, Jumat (22/11).

 (Baca: Asing Masih Jual Bersih, IHSG Ditutup Loyo ke Level 6.100)

Advertisement

Data PMI versi Markit akan dirilis malam nanti pukul 21.45 WIB. Adapun Markit melakukan survei yang dilakukan terhadap 600 purchasing manager di seluruh AS.

Pada bulan lalu, indeks Manufacturing PMI AS naik ke angka 51.3 atau lebih tinggi dari perkiraan 50.7. Indeks tersebut juga merupakan yang tertinggi dalam 6 bulan terakhir. Kenaikan tersebut disebabkan oleh meningkatnya indeks produksi dan new orders.

Menurut Nafan, hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan dolar AS. "Pada hari ini dolar AS juga sudah mengalami penguatan dibandingkan dengan mata uang lainnya," ujarnya.

(Baca: BI Catat Aliran Modal Asing Keluar Rp 2 Triliun dalam Sepekan Terakhir)

Mengutip Bloomberg, indeks dolar AS pada sore ini menguat 0,03% ke level 98.01. Mayoritas mata uang utama mengalami pelemahan. Euro turun 0,06% terhadap dolar AS, pound Inggris 0,3%, dan franc Swiss 0,09%.

Sementara itu mata uang Asia bergerak bervariatif. Sejalan dengan rupiah, dolar Hongkong menurun 0,05%, won Korea Selatan melemah 0,08%, rupee India lunglai 0,02%, yuan Tiongkok  loyo 0,14%, dan ringgit Malaysia lesu 0,02%.

Namun tak semuanya tumbang, yen Jepang, dolar Singapura, dolar Taiwan, peso Filipina, dan baht Thailand terpantau menguat. Yen naik 0,07%, dolar Singapura 0,04%, dolar Taiwan 0,03%, peso 0,16%, dan baht 0,1%.

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait