Dibuka Menguat, Kurs Rupiah Berpotensi ke Level 13.000 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah pada perdagangan ini, Senin (28/10) dibuka menguat 0,08% ke posisi Rp 14.025 per dolar AS.
Agatha Olivia Victoria
Oleh Agatha Olivia Victoria
28 Oktober 2019, 09:47
rupiah
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Ilustrasi. Nilai tukar rupiah pada perdagangan ini, Senin (28/10) dibuka menguat 0,08% ke posisi Rp 14.025 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah pada perdagangan ini, Senin (28/10)  dibuka menguat 0,08% ke posisi Rp 14.025 per dolar AS. Rupiah pun diperkirakan akan bergerak menguat sepanjang hari ini pada rentang Rp 13.990 - Rp 14.060 per dolar AS.

Mengutip Bloomberg, rupiah terus bergerak menguat dan berada di level Rp 14.018 per dolar AS hingga pukul 09.30 WIB.

Selain rupiah, mayoritas mata uang Asia turut menguat terhadap mata uang negeri Paman Sam. Dolar Singapura naik 0,01%, dolar Taiwan 0,1%, won Korea Selatan 0,28%, peso Filipina 0,17%, rupee India 0,19%, yuan Tiongkok 0,12%, dan ringgit Malaysia 0,01%. Sementara yen Jepang, dolar Hongkong, dan baht Thailand melemah masing-masing turun 0,06%, 0,04%, dan 0,16%.

Ekonom Permata Bank Josuda Pardede menilai, rupiah dibuka menguat akibat pernyataan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo yang meningkatkan optimisme investor. Ia memproyeksi rupaj pada hari ini akan berada pada kisaran Rp 13.990 - Rp 14.060 per dolar AS dengan kecenderungan menguat.

"Gubernur BI mengatakan bahwa kepercayaan investor global terhadap Indonesia masih kuat," kata Josua kepada Katadata.co.id, Senin (28/10).

 (Baca: Aliran Masuk Dana Asing Hingga Pekan ke-4 Oktober Capai Rp 210 Triliun)

Kepercayaan investor ini terlihat dari aliran modal asing yang masuk ke Indonesia hingga pekan ketiga Oktober 2019 yang cukup deras. BI mencatat,aliran dana asing yang masuk ke Indonesia pada 20 Oktober 2019 hingga 24 Oktober 2019 saja mencapai Rp 12,03 triliun. 

Dengan hasil tersebut, total aliran modal asing dari 1 Januari 2019 hingga 24 Oktober 2019 mencapai Rp 210 triliun. Aliran modal asing tersebut terdiri dari Rp 157,6 triliun yang masuk ke instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Rp 50,3 triliun masuk melalui pasar saham.

Komentar BI tentang defisit anggaran pemerintah yang melembar ke kisaran 2,0% -2,2% terhadap PDB cenderung masih cukup baik, menurut Josua, juga berdampak positif ke pasar. Pernyataan tersebut mendorong optimisme pasar dan penguatan rupiah hingga penutupan sesi Jumat yang lalu.

 (Baca: BI Yakin Neraca Pembayaran Surplus Tahun Ini )

Meski begitu, dolar AS diperdagangkan menguat terhadap mata uang utama pada penutupan perdagangan sesi AS akhir pekan lalu. Penguatam terjadi di tengah pelemahan pound Inggris karena keputusan penundaan Brexit hingga minggu depan.

Sementara, yen memangkas kerugian sebelumnya. Pemangkasan ini di tengah laporan seorang penasihat Gedung Putih yang mendukung perlindungan kekayaan intelektual yang lebih kuat dalam kesepakatan perdagangan AS-Tiongkok. 

Meski dolar AS menguat di tengah penundaan Brexit, Josua menyebut, pasar saham AS ditutup kemarin menguat serta yield UST ditutup naik. "Sehingga mengindikasikan risk-on sentiment," ucap dia.

 

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait