Harga Batu Bara Anjlok, Perusahaan Grup Bakrie Rugi Rp 509 Miliar

PT Bumi Resources Tbk mencatatkan rugi bersih US$ 35,09 juta atau setara Rp 509 miliar pada kuartal I 2020, berbanding terbalik dibanding kuartal I 2019.
Image title
30 Mei 2020, 15:25
grup bakrie, bumi resourches, laba bersih, pandemi corona, grup bakrie rugi, harga batu bara
www.bumiresources.com
Ilustrasi. Pendapatan Bumi Resources turun 4% dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi US$ 1,07 miliar.

Anak Perusahaan Grup Bakrie, PT Bumi Resources Tbk mencatatkan rugi bersih sebesar US$ 35,09 juta atau setara Rp 509 miliar pada kuartal I 2020. Kinerja ini berbanding terbalik dari laba bersih pada periode pertama tahun lalu mencapai  US$ 48,44 juta.

Berdasarkan rilis yang disampaikan oleh perusahaan pada Sabtu (30/5), tercatat pendapatan perusahaan  turun 4% secara tahunan menjadi US$ 1,07 miliar. Beban pokok pendapatan pun tercatat naik 2,7% menjadi US$ 949,16 juta.

Selain itu beban usaha perusahaan juga meningkat sebesar 1,3%  menjadi US$ 55,48 juta. Akibatnya, laba usaha Bumi Resources pun anjlok mencapai 49% secara tahunan menjadi US$ 72,3 juta.

(Baca: Konsorsium Grup Bakrie Bangun Pabrik Metanol Bernilai Rp 29 Triliun)

Meski begitu, volume penjualan Bumi Resources sepanjang tiga bulan pertama 2020 sebanyak 21,5 juta ton, meningkat 3% secara tahunan. Kenaikan volume penjualan paling tinggi disokong oleh anak usahanya PT Arutmin Indonesia yang tumbuh 9% secara tahunan menjadi 6,3 juta ton.

Sekretaris Perusahaan Bumi Resources Dileep Srivastava menjelaskan bahwa penurunan kinerja perusahaan, salah satunya disebabkan oleh turun tajamnya harga batu bara sejak akhir 2018 terdampak perang dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok.

(Baca: Bertahun-Tahun Rugi, Bakrie & Brothers Akhirnya Laba Rp 850 M di 2019)

"Dan pada kuartal I 2020, harga batu bara mencapai titik terendah sejak 2016 karena virus corona dan lockdown di banyak negara yang mempengaruhi permintaan batu bara," kata Dileep melalui rilisnya.

Penurunan kinerja ini juga disebabkan oleh kegiatan operasional anak usahanya, PT Arutmin Indonesia yang menghasilkan batu bara berkalori tinggi. Hal tersebut meningkatkan strip ratio bagi Arutmin.

 

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait