BI Ramal Inflasi Oktober 0,08% karena Kenaikan Harga Cabai Merah

BI memperkirakan inflasi pada Oktober disumbang oleh kenaikan harga-harga barang dan jasa terutama pada komoditas cabai merah dan minyak goreng.
Image title
15 Oktober 2021, 20:09
inflasi, komoditas, bank indonesia
ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/foc.
Ilustrasi. BI juga mencatatkan beberapa komoditas akan turun harga.

Bank Indonesia (BI) memperkirakan indeks harga konsumen (IHK) bulan ini akan berbalik ke zona inflasi sebesar 0,08% secara month-to-month (mtm). Inflasi disumbang oleh kenaikan harga-harga barang dan jasa terutama pada komoditas cabai merah dan minyak goreng.

"Berdasarkan survei pemantauan harga pada minggu II Oktober 2021, perkembangan harga pada Oktober 2021 tetap terkendali dan diperkirakan inflasi sebesar 0,08% secara mtm," kata Direktur Kepala Grup Departemen Komunikasi BI dalam keterangan resminya, Jumat (15/10).

Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Oktober 2021 secara tahun kalender sebesar 0,88% dan secara tahunan 1,62%. Penyumbang utama kenaikan IHK Oktober yakni komoditas cabai merah yang diramal bakal inflasi sebesar 0,06% secara mtm, minyak goreng 0,02%, serta cabai rawit, rokok kretek filter dan angkutan udara masing-masing sebesar 0,01%.

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian perdagangan (SP2KP), harga cabai rawit merah pada perdagangan hari ini terpantau Rp 41.500 per kg, naik 10,96% dari harga bulan lalu Rp 37.400. Selain itu, cabai merah keriting juga mencatatkan kenaikan 20,99% dari bulan lalu Rp 26.200 per kg menjadi Rp 31.700 per kg.

Selain itu, jenis cabai merah besar mencatat kenaikan 21,72% dari bulan lalu Rp 26.700 per kg menjadi Rp 32.500 pada perdagangan hari ini.

Harga minyak goreng juga mencatat kenaikan. Harga minyak goreng curah naik 4,96%, dari bulan lalu Rp 14.100 per liter, menjadi Rp 14.800 hari ini. Kemudian jenis minyak goreng kemasan sederhana juga mencatatkan kenaikan harga sebesar 4,14%, yakni dari bulan lalu Rp 14.500 per liter menjadi Rp 15.100.

Di sisi lain, BI juga mencatatkan beberapa komoditas akan turun harga. Harga telur ayam ras diramal deflasi sebesar 0,03% secara mtm, diikuti tomat 0,02%, serta bayam, kangkung, sawi hijau, bawang merah dan emas perhiasan masing-masing sebesar 0,01%.

Harga telur ayam ras terpantau turun 2,06% dalam sebulan terakhir. Harganya turun dari Rp 24.300 per kg menjadi 23.800 per Kg. Berdasarkan data infopangan.jakarta.go.id, harga tomat jatuh hingga 25% dari Rp 19.702 per kg bulan lalu menjadi Rp 15.711 hari ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) awal bulan ini melaporkan IHK pada September mengalami deflasi 0,04% secara mtm. Kinerja tersebut membalik setelah dua bulan sebelumnya mencatatkan inflasi. IHK bulan lalu sekaligus menjadi deflasi kedua sepanjang tahun ini sejak deflasi dalam 0,16% pada Juni lalu.

Deflasi bulan lalu terutama dipengaruhi oleh kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau yang mengalami penurunan harga 0,47%. Penurunan harga pada kelompok makanan berperan signifikan dalam pembentukan IHK bulan lalu dengan kontribusi deflasi 0,12%. Sedangkan sepuluh kelompok pengeluaran lainnya kompak mencatatkan inflasi.

Penurunan harga pada kelompok ini terutama terjadi pada komoditas telur ayam ras 0,07%. Kemudian cabai rawit dan bawang merah masing-masing 0,03%. Begitu juga harga cabai merah, anggur, bawang putih dan ikan segar masing-masing turun 0,01%.

Berdasarkan komponennya, inflasi terjadi pada komponen inti sebesar 0,13%, kemudian komponen harga diatur pemerintah juga inflasi 0,14%. Sementara deflasi dalam pada komponen harga bergejolak sebesar 0,88%.

Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait