Tersisa Dua Pekan, Belanja Negara Masih Tersisa Rp 388 Triliun

Abdul Azis Said
20 Desember 2022, 19:45
penerimaan negara, pendapatan negara, update me
Donang Wahyu|KATADATA
Ilustrasi. Masih ada anggaran Rp 388,8 triliun yang harus direalisasikan pemerintah di sisa dua pekan terakhir ini jika ingin memaksimalkan belanja hingga 100%.

Belanja negara masih tersisa Rp 388 triliun di sisa dua pekan tahun ini. Kementerian Keuangan mengatakan, masih ada rencana belanja yang akan direalisasikan pada 'detik-detik' terakhir sebelum pergantian tahun.

Pemerintah mencatat realisasi belanja negara hingga 14 Desember 2022 mencapai Rp 2.717,6 triliun atau 87,5% dari target Rp 3.106,4 triliun. Dengan demikian, masih ada anggaran Rp 388,8 triliun yang harus direalisasikan pemerintah di sisa dua pekan terakhir ini jika ingin memaksimalkan belanja hingga 100%.

Direktur Jenderal Anggaran (DJA) Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata menyebut belanja di sisa akhir tahun ini masih akan didorong oleh belanja pemerintah pusat, baik Kementerian dan lembaga (K/L) maupun non-K/L.

"Belanja K/L bahkan sudah melebihi target, kami perkirakan ini masih akan bertambah karena beberapa kementerian masih merealisasikan belanjanya, seperti Kementerian PUPR untuk Ibu Kota Negara (IKN) dan beberapa infrastrutkur yang saat ini tahap penyelesaian," kata Isa dalam konferensi pers APBN KiTA edisi Desember 2022, Selasa (20/12).

Menurut dia, beberapa proyek di bawah Kementerian Perhubungan masih membutuhkan anggaran. Pemerintah juga masih punya tagihan untuk pembayaran kompensasi dan subsidi energi kuartal ketiga. Selain itu, pemerintah akan menambah belanja untuk penanganan bencana, seperti di Cianjur dan Lumajang jika memang masih dibutuhkan.

Isa mengatakan, belanja negara secara historus  memang jarang mencapai 100% target, rata-rata hanya 94-95% dari pagu setiap tahun. Namun ia tidak menampik ada beberapa pos belanja tambahan tahun ini yang tidak dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

"Memang ada beberapa tambahan yang diberikan selama tahun anggaran 2022 ini untuk memperkuat ketahanan masyarakat kita dengan adanya Bantuan Langsung Tunai (BLT)," ujarnya.

Adapun belanja negara dalam APBN terdiri atas dua jenis, belanja pemerintah pusat dan belanja untum transfer ke daerah (TKD). Belanja pemerintah pusat ini dialokasikan sebesar Rp 2.301,6 triliun dengan realisasi sebesar Rp 1.967,9 triliun. Belanja pusat ini meliputi:

  • Belanja Kementerian dan Lembaga (K/) sebesar Rp 945,8 triliun, realisasi  sudah 100,9%.

Anggaran ini dipakai untuk bidang kesehatan, bantuan pemerinrah BSU dan bansos, pembangunan infrastruktur hingga pembayaran gaji PNS.

  • Belanja non K/L sebesar Rp 1.355,9 triliun dengan realisasi 74,7%.

Mayoritas anggaran ini dipakai untuk membayar subsidi dan kompensasi energi seperti BBM hingga listrik, termasuk untuk pembayaran pensiunan PNS.

Sementara itu, pagu untuk TKD terealisasi 93,2% dari pagu atau mencapai Rp 804,8 triliun.

Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait