PSBB Dilonggarkan, Eijkman Khawatir Klaster Baru Corona Bermunculan

LBM Eijkman meminta pemerintah segera menerapkan sanksi kepada pelanggar protokol kesehatan. Laboratorium juga harus memperbanyak kapasitas tes Covid-19.
Image title
24 Juli 2020, 19:58
PSBB, virus corona, covid-19
ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/foc.
Sejumlah warga berjalan di area Jalan Sudirman, Serang, Banten, Minggu (5/7/2020). LBM Eijkman khawatir pelonggaran PSBB akan menyebabkan ledakan klaster baru corona.

Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman khawatir pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah daerah akan menimbulkan ledakan klaster baru virus corona. Apalagi organisasi kesehatan dunia (WHO) menyatakan virus ini bisa menular lewat udara.

Wakil Kepala Bidang Penelitan Fundamental LBM Eijkman, Herawati Sudoyo mengatakan pelonggaran PSBB menyebabkan perilaku masyarakat semakin tidak terkontrol dalam menerapkan protokol kesehatan. Alhasil, penyebaran virus terus terjadi dan sulit dikendalikan.

"Kalau pakai istilah second wave itu kesannya mengerikan, tapi yang jelas akan ada ledakan karena klaster laster baru sekarang terbentuk," kata Hera dalam diskusi daring di Jakarta, Jumat (24/7).

 Oleh sebab itu Herawati berharap pemerintah segera menerapkan sanksi tegas kepada pelanggar protokol kesehatan. Sedangkan laboratorium juga harus memperbanyak kapasitas tes demi mendeteksi corona. “Berarti semua harus siap dengan double dari apa yang sebelumnya digunakan,” kata Herawati.

Advertisement

Herawati juga mendesak pemerintah lebih mempertimbangkan saran ilmuwan dalam menentukan kebijakan penanganan corona. “Kalau tidak setuju tidak apa-apa asalkan argumennya harus ilmiah bukan hanya menekan saja," kata dia.

Sebelumnya juru bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyinggung munculnya klaster besar corona di Jayapura, Papua. Mereka adalah 240 tenaga kesehatan yang terkena penyakit tersebut dan perlu menjadi perhatian.

Atas dasar itu, dia meminta adanya tenaga kesehatan mendapatkan pasokan alat pelindung diri (APD). Apalagi mereka adalah orang yang berada di garis depan penanganan Covid-19.

Selain itu masyarakat juga diminta untuk patuh menerapkan protokol kesehatan. "Apabila masyarakat mulai lengah, tidak disiplin, maka virusnya bisa menular," kata Wiku.

Sedangkan hari ini pemerintah melaporkan bahwa kasus virus corona di RI meningkat 1.761 orang hari ini.  Dengan demikian, 95.418 orang telah terkena Covid-19.

 

Reporter: Tri Kurnia Yunianto
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait