Penularan Tak Mereda, 8 Zona Merah Corona Jadi Sorotan Pemerintah

Penularan corona di Jakarta Barat dan Pusat belum juga melandai dalam empat pekan belakangan
Dimas Jarot Bayu
6 Agustus 2020, 18:46
virus corona, covid-19, zona merah
ANTARA FOTO/Aji Styawan/hp.
Tes swab COVID-19 terhadap seorang pengunjung pusat perbelanjaan Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (2/6/2020). Satgas Covid-19 mengatakan hingga 2 Agustus, delapan daerah tak keluar dari zona merah selama sebulan

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Pemerintah menyoroti delapan kabupaten dan kotamadya yang terus bertahan sebagai zona merah virus corona dalam empat pekan belakangan. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyatakan kedelapan wilayah tersebut masih memiliki risiko penularan tinggi dan belum melandai kasusnya selama sebulan.

Delapan wilayah tersebut ada di empat provinsi, yakni Jakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Utara.  Di DKI, dua kota yang masih berada di zona merah dalam sebulan terakhir adalah Jakarta Barat dan Jakarta Pusat.

Di Jawa Tengah, kota yang bertahan di zona merah dalam empat pekan terakhir adalah Semarang. Tiga wilayah yang masih berisiko penularan tinggi di Kalimantan Selatan, yakni Banjar, Kota Banjarbaru, dan Tabalong.

"Dari Sumatera Utara ada Kota Medan dan Deli Serdang," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (6/8).

Wiku mengatakan hingga 2 Agustus, ada penurunan wilayah yang masuk zona merah menjadi 33. Sedangkan daerah yang masuk zona oranye atau risiko sedang bertambah dari 160 menjadi 194.

Namun ada pula 13 kabupaten/kota yang berpindah dari zona oranye ke zona merah. Wilayah tersebut terdiri dari Karangasem di Bali, Kota Depok di Jawa Barat, Hulu Sungai Tengah di Kalimantan Selatan. Kemudian, Ambon di Maluku, Mimika di Papua, serta Gowa di Sulawesi Selatan.

Lalu, Kota Binjai di Sumatera Utara, Prabumulih di Sumatera Selatan, Minahasa dan Minahasa Selatan di Sulawesi Utara. Selain itu ada tiga wilayah di Gorontalo yang berubah dari zona oranye ke zona merah, yakni Kabupaten Gorontalo, Gorontalo Utara, dan Pohuwato.

Wiku pun meminta agar pemerintah daerah bisa meningkatkan penanganan corona agar penularan penyakit ini bisa dikendalikan. "Mari bekerja sama semoga kondisinya bisa membaik," katanya.



Sedangkan, wilayah yang masuk zona kuning turun dari 178 pekan lalu menjadi 163. Adapun total zona hijau atau tak berisiko penularan corona sebanyak 86 daerah.

Hanya saja, Wiku menyebut analisa zonasi ini baru didapatkan dari 33 provinsi. "Data dari provinsi Jawa Timur belum kami terima dengan lengkap dari Kementerian Kesehatan," kata dia.

 

 

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait