Tinjau Vaksinasi di Aceh, Jokowi Ingin Santri Cepat Belajar Tatap Muka

Jokowi juga memberikan hadiah sepeda kepada santri yang membacakan puisi
Image title
16 September 2021, 15:46
Jokowi, aceh, vaksin
Youtube/ Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo memutuskan untuk memperpanjang PPKM level 4 hingga 2 Agustus 2021.

 

Presiden Joko Widodo memantau vaksinasi Covid-19 pada santri di Pondok Pesantren/Dayah Istiqamatuddin Darul Mu'Arrif, Aceh Besar, Kamis (16/9). Selain bercengkerama dengan para santri, Presiden juga melakukan konferensi video dengan pimpinan pondok pesantren di beberapa wilayah, yaitu Malang, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

Jokowi berharap, para santri dapat menerima vaksin Covid-19 agar tidak terpapar dari virus corona. Dengan demikian, para santri beserta kiai bisa melakukan belajar tatap muka dan aktivitas berjalan dengan normal.

"Semoga dengan adanya vaksinasi massal, santri semuanya terproteksi terlindungi dari paparan Covid-19," ujar Jokowi dalam siaran virtual melalui Youtube Sekretariat Presiden.

 

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga memberikan sepeda kepada salah satu santriwati bernama Ulfa Ilma yang membacakan puisi berjudul 'Jaya Bumi Indonesia'. Ulfa awalnya mengatakan akan memberikan hadiah kepada Presiden berupa sajak.

"Setetes perjuanganmu wahai bapak negara. Berkobar asmara. Panji-panji gerakan dari penjuru dunia. Untuk Indonesia jaya," demikian penggalan puisi tersebut.

 

Usai puisi dibacakan, Kepala Negara pun memberi apresiasi kepada santriwati tersebut.  Jokowi lalu memberikan hadiah kepada Ulfa berupa sepeda seperti yang kerap diberikan.  "Terima kasih tadi atas puisinya dan untuk itu nanti saya kirimi sepeda," kata Presiden.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada 16 September pukul 12.00 WIB, suntikan vaksinasi dosis pertama telah mencapai 76,15 juta dosis atau 36,57% dari target. Sementara, vaksinasi dosis kedua sudah diberikan sebanyak 43,48 juta dosis atau 20,88% dari target.

Meski begitu, realisasi vaksinasi Covid-19 masih rendah di sejumlah daerah. Berdasarkan data sebarannya pada 8 September, vaksinasi dosis pertama yang terendah berada di Lampung, yaitu 14,54%. Kemudian disusul oleh Sumatera Barat 17,9%, Maluku Utara 18,09%, Papua 18,89%, dan Nusa Tenggara Barat 18,95%. Sementara, vaksiansi dosis pertama di Aceh baru mencapai 20,15%.

Adapun, target vaksinasi nasional mencapai 208,26 juta masyarakat. Jumlah itu meliputi tenaga kesehatan, lanjut usia, petugas publik, masyarakat rentan dan masyarakat umum, serta anak usia 12-17 tahun.

Kemenkes juga mencatat kebutuhan vaksin Indonesia sebanyak 426 juta dosis. Dari kebutuhan itu, sampai awal September 2021 sudah ada 225,4 juta dosis vaksin yang tersedia. Adapun realisasi penyalurannya sampai 12 September sebanyak 116,6 juta dosis ke seluruh provinsi.

Untuk mempercepat vaksinasi, Kementerian Kesehatan menyusun berbagai strategi. Mulai dari memperbarui data kebutuhan vaksin, transparansi sistem stok, menambah stok dan distribusi vaksin, serta berkolaborasi dengan TNI dan Polri.

 

 

 

 

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait